Sunday, February 22, 2015

Ikan dan Surplus

burger salmon, saus lemon pakai daun bawang dan daun kemiri,
tumis jamur, zuchinni, paprika

Salah satu ucapan selamat untuk tahun baru imlek adalah
nian nian youyu yang berarti makin tahun makin sukses
kata yu( surplus ) di kalimat ini bunyinya sama dengan kata yu yang berarti ikan
Dengan demikian, hidangan ikan biasanya muncul pada tahun baru imlek

Tahun baru imlek kali ini, kami rayakan di rumah seorang teman
yang sekalian juga merayakan anniversary-nya sekalian juga menyediakan tempat untuk persekutuan rumahan
( Happy anniversary dear Lucy and John )
Menunya lebih ke-korea-korean daripada ke-cina cinaan...
walaupun Lucy masak kaki babi
( kamysa Lus, walopon oe tidak suka kaki babi tapi oe sampai tambah dua kali makan ni punya ayam goreng gochuzang dan lumpia )

Di rumah ortu di Jakarta menu makanan yang mama saya masak
ialah nasi hainan dan ikan bandeng...
Nasi hainan sih tidak terlalu susah bikinnya
tapi bandeng... apalagi bandeng presto, yah saya menyerah...

Namun saya jadi ngiler makan ikan...
Puji Tuhan minggu lalu, pas main ke rumah teman,
disuguhkan tumis ikan tilapia dengan
saus lemon, bawang, dan daun kemiri... ( terimakasih Sandra )...

Hari minggu ini, kebetulan masih ada salmon burger beku yang sudah beberapa bulan parkir di freezer... Karena tidak punya roti burger dari supermarket, akhirnya buat lauk makan nasi saja...

Saya juga bikin saus lemon, daun bawang dan daun kemiri
seperti yang di rumah Sandra kemaren.
Nah saos itu enak sekali.. mirip dabu-dabu ...
Tapi lebih creamy karena pakai mentega...

Resep : 1 genggam cilantro/ daun kemiri... potong-potong
             4 tangkai bawang daun..potong potong
             1 sendok makan mentega
             air perasan satu buah lemon
       
panaskan mentega di kuali...masukkan cilantro dan bawang daun yang sudah dipotong. tumis sampai layu. masukkan garam dan lada hitam bubuk. taruh di mangkuk kecil, tambahkan air perasan lemon.

Bon appetitte 

Thursday, February 5, 2015

Antara Aku, Saya, Kamu dan Kau

Keluarga saya tidak menggunakan kata aku. Mama dan Papa pakai kata saya ketika berkomunikasi antar mereka. Almarhum Oma pakai kata Ik karena terpengaruh dengan pendidikan Belanda. Anak-anak menggunakan nama panggilan untuk membahasakan dirinya kepada keluarga yang lebih tua. Terhadap guru dan orang-orang yang dihormati , saya dan adik menggunakan kata saya. Terhadap teman-teman , kami menggunakan kata gue .

Aku dan kau hanya saya jumpai dalam lagu atau bacaan yg agak serius. Kadang saya dengar juga kata aku dan kau ketika berjumpa dengan teman yang bersuku Batak.

Untuk memperjelas situasi, saya lahir tahun 70-an, bertumbuh pada tahun 80-an. Lalu tahun 90-an, saya mendengar anak-anak kecil lebih sering memakai aku dariapada saya. Aku menjadi lebih populer daripada saya. Lebih informal. Tapi lebih halus daripada gue. Aku juga digunakkan untuk pasangan , baik pacar ataupun suami istri.

Tapi lucunya, walaupun aku lebih sering digunakan, namun pasangannya yaitu kau tidak terlalu sering. Aku dipasangkan dengan kamu ...
Kok saya tidak sreg yah... saya-kamu, aku-kau... kan seharusnya demikian...

Bahasa adalah sesuatu yang organik. Apalagi bahasa lisan. Walaupun ada kaidah , namun dalam penerapannya, terserah yang berbicara . Jadi yah ... oke lah..
Bahasa tulisan, lain perkara. Jika saya melihat sesuatu yang salah kaidahnya dalam bentuk tertulis, rasanya kok agak gatal gitu.

Kenapa tema ini jadi muncul di benak saya, karena minggu lalu saya menulis cerpen dan ada seorang teman yang bilang, jangan pakai saya bila naratornya orang pertama. Kesannya formal. Pakailah aku. Informal dan dekat dengan pembaca.

Setelah berpikir-pikir lagi, saya akhirnya sadar, bahwa dalam bercakap cakap, saya jarang menggunakan kata kamu atau kau. Kesannya kurang sopan. Meng-kamu-kamu-kan orang lain. Saya lebih sering memanggil orang kedua dengan nama mereka.

Dalam bahasa inggris , hal ini tidak terjadi. Biar terhadap orang yang lebih tua atau berpangkat, I-you , adalah kaidah yang terjadi dalam lisan maupun tulisan.
Bahasa Jepang lebih mirip dengan bahasa Indonesia, karena anata  yang artinya kamu, hanya digunakkan untuk pasangan ( pacar, tunangan, suami atau istri ).

Saya teringat akan mama saya yang membatin karena cucunya yang tidak terlalu menguasai bahasa Indonesia , memanggil mama saya dengan kamu.

" Oma, kamu udah makan ?"

Ini adalah tantangan buat papa dan mamanya untuk mengajarkan bahasa indonesia kepada anak yang tumbuh dalam lingkungan yang berbahasa inggris.





Monday, January 26, 2015

Pelacur yang Menjadi Pahlawan


Namanya Rahab. Ia adalah seorang pelacur, 
istilah sekarang PSK (pekerja seks komersial). 
Tidak seperti Tamar , yang PSK gadungan, 
Rahab adalah PSK sungguhan. 
Ia tinggal di sebuah rumah yang menempel 
pada tembok yang membentengi kota Yerikho. 
Ia tidak tinggal bersama keluarganya, 
suatu hal yang tidak lazim pada jaman dahulu kala. 
Kemungkinan besar ia menggunakan rumahnya 
sebagai tempat berbisnis.

Saat itu, kota Yerikho sedang dirundung ketakutan. 
Sebuah bangsa pengembara  yang bernama Israel, 
bergerak di seputar tanah Kanaan untuk berperang 
dan merebut kekuasaan. 
Bangsa pengembara ini dilindungi kuasa gaib. 
Konon kabarnya, pemimpin mereka diberi kuasa 
untuk mengeringkan Laut Merah, 
sehingga bangsa ini bisa menyeberanginya dengan aman. 
Mereka juga dapat menghabisi kerajaan Sihon dan Og. 
Kuasa gaib itu diberikan oleh Tuhan yang mereka sembah. 
Terdengar  selentingan bahwa bangsa ini 
mengirim mata-mata ke Yerikho.

Selentingan ini benar. 
Joshua, pemimpin bangsa Israel, mengirim dua orang mata-mata. Mereka masuk Yerikho dan mendatangi rumah Rahab. 
Sebuah pilihan yang bijaksana, 
karena dua orang asing di rumah PSK 
tidak akan terlalu menarik perhatian. 
Selain itu tempatnya strategis untuk keluar dan masuk 
karena menempel di tembok benteng.

Yang paling luar biasa, 
Rahab ternyata adalah seorang yang mau bekerja sama. 
Ia menyembunyikan mereka di bawah ranting tanaman flax 
yang sedang dijemur di atap.  

Kemudian, datanglah utusan dari istana. 
Mereka minta Rahab untuk menyerahkan 
dua orang mata-mata tersebut. 
Rahab berbohong. Ia bilang, kedua orang itu 
sudah pergi ke arah sungai Yordan. 
Maka pergilah mereka untuk mengadakan pengejaran 
ke arah yang salah.

Ketika malam tiba dan suasana sudah aman, 
Rahab pun menyuruh kedua mata-mata Israel 
untuk keluar dari tempat persembunyiannya. 
Ia memberitakan sebuah informasi yang sangat penting 
bahwa seluruh daerah Yerikho dilanda ketakutan kepada bangsa Israel. 

Rahab juga mengatakan sebuah pengakuan. 
Ia mengaku bahwa Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel 
adalah Tuhan yang berkuasa di sorga dan di bumi. 
Setelah mengaku, ia bertindak. 
Ia minta kemurahan dan keselamatan 
untuk dirinya dan untuk keluarganya 
ketika Israel menyerbu Yerikho. 

Kedua mata-mata itu, berjanji 
untuk membela Rahab dan seisi rumahnya. 
Sebagai tanda, sebuah tali berwarna merah 
diikatkan di tiang rumah Rahab.

Pergilah kedua mata-mata itu pulang.  
Seperti yang sudah dijanjikan, 
Rahab dan seisi rumahnya diselamatkan. 
Mereka bergabung dengan bangsa Israel.

Ibrani 11:31 dan Yakobus 2: 25 memberikan gelar kepada Rahab sebagai seorang yang beriman dan yang dibenarkan. 
Rumah pelacuran menjadi rumah keselamatan 
untuk Rahab dan keluarganya. 
PSK yang dianggap rendah, 
diubahkan menjadi seorang pahlawan yang benar dan beriman. 
Selalu ada harapan untuk hidup baru 
bagi orang-orang yang mau masuk 
ke dalam rencana keselamatan Tuhan.


( oleh Tirsa Tanaraga, edit oleh Billy Gumulja )

Monday, January 5, 2015

Pelacur Gadungan dalam Silsilah Tuhan Yesus

Tidak banyak perempuan yang namanya disebutkan dalam silsilah Tuhan Yesus. Mengapa ? Saya tidak tahu. Hanya ada empat nama yang muncul yaitu : Tamar, Rahab, Ruth dan Maria. Jika nama mereka tertera, tentu juga Tuhan punya alasan tertentu. Maka, saya pun membuka Alkitab dan berbagai website untuk menyelidiki keempat perempuan tersebut.

Yang pertama ialah Tamar. Tamar artinya adalah Palem kurma, atau pohon palem. Cerita tentang Tamar sangat dramatis dan sensasional. Saya sendiri mengangkat sebelah alis saya ketika membaca ceritanya lalu menggeleng-gelengkan kepala. 

Yehuda, salah seorang anak dari Yakub, mempunyai tiga anak laki-laki yaitu Er, Onan, dan Shelah. Yehuda menjodohkan Er dengan seorang gadis bernama Tamar. Ternyata Er adalah seseorang yang jahat di mata Tuhan. Dengan demikian Tuhan membuatnya meninggal.

Tamar menjadi janda tanpa anak. Yehuda, sang bapak mertua, menyuruh anak yang kedua, Onan , untuk menikahi Tamar. Ternyata Onan pun jahat. Ia tidak mau Tamar hamil. Alasannya mungkin karena pertimbangan ekonomi. Jika Onan memberikan anak kepada Tamar, maka Onan tidak berhak atas anak itu. Anak itu akan meneruskan garis keturunan Er dan mendapatkan bagian warisan Er. Jika tidak ada penerus keturunan Er, otomatis harta bagian Er akan jatuh ke tangan Onan.

Tuhan tidak suka dengan tindakan Onan. Onan pun mati. Tamar kembali menjadi janda tanpa anak. Harapan satu-satunya adalah Shelah, anak Yehuda yang ketiga. Saat itu Shelah masih kecil, belum bisa dinikahkan dengan Tamar. Yehuda menyuruh Tamar pulang ke rumah orang tuanya dan menunggu Shelah sebagai janda.

Alkitab menyebutkan bahwa sebetulnya Yehuda takut Shelah mati jika menikah dengan Tamar. Itu adalah alasan utamanya untuk memulangkan Tamar.
Tamar patuh kepada bapak mertuanya. Ia hidup sebagai janda. Ia menanti-nantikan Shelah. Waktu berlalu, akhirnya ia mengerti bahwa sebetulnya Yehuda tidak mau ia nikah dengan Shelah.

Ketika ia mendengar bahwa ibu mertuanya sudah meninggal, dan bapak mertuanya hendak pergi mencukur domba ke Timnah, Tamar pun melakukan sesuatu yang sangat nekad. Ia berpura-pura menjadi pelacur . Ia menunggu mertuanya di gerbang Enaim, yang harus dilewati mertuanya untuk menuju ke Timnah.
    
Mertuanya tidak mengenali Tamar. Seperti yang diduganya, Yehuda hendak membeli jasanya sebagai pelacur. Karena Yehuda tidak membayar kontan, Tamar minta segel, ikat pinggang dan tongkat Yehuda untuk jaminan. Bodohnya , Yehuda  pun memberikan ketiga bukti identitas dirinya tersebut. Keesokan harinya, saat pelayan Yehuda hendak membayar Tamar di gerbang Enaim, Tamar sudah menghilang.

Tiga bulan kemudian, Yehuda mendengar kabar bahwa Tamar hamil. Darahnya mendidih. Ia marah karena Tamar tidak bermoral . Ia memanggil orang banyak untuk menghukum mati Tamar dengan cara dibakar hidup hidup. Namun Tamar mengirimkan tiga bukti identitasnya berupa segel, ikat pinggang dan tongkat dan memberitahukannya bahwa pemilik ketiga benda itu adalah lelaki yang menghamili dirinya.

Yehuda pun bertobat. Dengan jantan ia mengakui bahwa ia lebih rendah dari Tamar karena ia tidak mau memberikan Shelah untuk memberikan keturunan kepada Tamar dan almarhum Er.

Tuhan membela Tamar. Tuhan mengaruniakan berkat ganda dengan lahirnya sepasang anak lelaki kembar yang bernama Perez dan Terah. Perez adalah bapak moyang Raja Daud.


Demikianlah kisah Tamar, sang pelacur gadungan yang menjadi salah seorang dari nenek moyang Tuhan Yesus.

Monday, November 17, 2014

Tentang Nama

(Peringatan untuk teman-teman :
posting ini bersifat selfie dan rohani)

Papa dan mama saya bukan orang yang senang cari nama
Akibatnya, saya dinamai oleh pendeta dari gereja ,
dan adik saya, Michael, dinamai oleh Oom saya.
Suami saya juga sama, tidak senang cari nama.
Jadi ketiga anak kami, semuanya saya yang kasih nama.

Untung mereka bukan Adam (manusia pertama)
yang ditugaskan memberi nama
kepada semua binatang di Taman Eden.
Bisa garing mereka, kalo harus cari nama.
Lain dengan saya, saya senang sekali cari nama.

Saya sendiri tidak terlalu ngeh dengan arti nama saya.
Pokoknya yah, nama saya Tirsa,
dengar-dengar adalah nama sebuah kota di Alkitab.

Sampai sekitar lima tahun yang lalu
saya ketemu dengan seorang pendeta
yang juga punya anak yang bernama Tirzah,
lain ejaannya tapi artinya sama.

" Oh kamu namanya Tirsa ? Sama dengan nama anak saya.
Tirsa itu artinya : she is my delight."

Saya mesem mesem saja.

Lalu pada hari senin minggu lalu,
terjadilah sesuatu yang di luar kebiasaan saya.
Hati saya terdorong untuk membaca Psalm( Mazmur ) 157.
Pas saya buka Alkitab, ternyata Mazmur yang paling akhir itu 150,
jadi tidak ada 157. Yah sudah, saya baca saja yang dekat, 147 .

Sampailah saya pada Psalm147 :11
The Lord delights in those who fear him,
who put their hope in his unfailing love

Beginilah pikiran saya ...
The Lord delights.. hmmm... delights
itu kan arti nama saya " she is my delight "...
The Lord delights in those who fear him,
who put their hope in his unfailing love
artinya jika saya takut Tuhan dan  saya berharap pada kasih setianya...
Maka saya akan menjadi delight-nya Tuhan, kesenangan-Nya Beliau

Takut Tuhan bagaimana yah ?
Yah.. berarti takut sama Tuhan bukan dengan yang lain
Terus terang, saya ini orangnya gampang takut
Takut sakit, takut nama saya tercemar, takut menolak
takut penolakan.. banyak yang saya takuti
Namun jika saya takut sama Tuhan..
yang lain-lain itu saya tidak takut lagi..
Enak dong...asoy deh

lalu masuk ke ciri kedua dari kesukaannya Tuhan
yaitu : who put their hope in his unfailing love

Kalau soal berharap, saya sadar bahwa sering saya berharap kepada
yang lain-lain, yang bukan Tuhan..
misalnya berharap kepada diri sendiri, berharap kepada orang tua,
kepada teman, kepada gereja, kepada uang, kepada suami

Pemikiran seperti itu kan gawat...
jika saya hanya berharap kepada suami,
bisa-bisa suami itu jadi Tuhannya saya
Tapi juga bukan berarti lalu saya mau mandiri
lepas dari suami... kalau begitu kan berarti
saya berharap kepada diri sendiri
( menuhankan diri sendiri... )

Yah.. pokoknya sejak membaca Mazmur 147 itu
saya jadi bertekad untuk betul betul takut Tuhan
dan berharap sama Tuhan..
saya jadi bertekad untuk menyediakan waktu khusus
untuk berdoa dan baca Firman
saya juga bertekad untuk melibatkan Tuhan dalam kegiatan saya

misalnya: sebelum masak, berdoa di dalam hati
Tuhan Yesus, tolong yah supaya masakan saya enak dan bergizi
atau sebelum mengajar sekolah minggu , berdoa juga bertanya:
Tuhan , saya harus ajar apa yah anak-anak pada hari minggu ini
atau jika saya punya pikiran buruk
Tuhan , tolong dong, kok pikiran saya jelek sekali
eh malah ada sesuatu di dalam hati yang berkata
"Kamu mau Saya temani ?"
" Mau ..mau banget !" jawab saya dalam hati

Saya beriman itu adalah suara Roh Kudus
yang menjawab permintaan saya
seperti kata John 14:26
"But the helper the Holy Spirit, whom the Father will send in my name,
he will teach you all things and bring to your remembrance
all that I have said to you,"

Sudah masuk minggu kedua ,
di mana saya menyediakan waktu buat Tuhan dalam hidup saya.
Hidup rasanya indah sekali.
Saya merasakan bagaimana menjadi kesukaannya Tuhan..
Asoyyyyy !

ditulis oleh Tirsa yang artinya sejak minggu kemaren bertekad menjadi :
The Lord's Delight ... tapi bukan Turkish Delight ( kue kering ala Turki ).

Tuesday, October 21, 2014

Voluntir dan Mata yang Berwarna Warni

Hari hari ini, saya menyempatkan diri untuk voluntir di kelasnya Sophie.
Maunya sih, seminggu sekali, tapi dijadwalkan dua minggu sekali,
mungkin biar orang tua murid yang lain dapat kesempatan.

Di Amerika, guru akan senang sekali jika dibantu.
Mulai dari voluntir ketika anak makan siang,
bantu foto copy material pelajaran, jadi panitia jika sekolah mengadakan perayaan, bantu jualan ini itu untuk cari dana buat sekolah, dll.

Saya bantu gurunya Sophie untuk mengawasi anak-anak
ketika sedang bikinPS ( pekerjaan sekolah ).
Anak anak TK kan masih perlu dibimbing.

setelah selesai , anak-anak biasanya menggambar
di belakang kertas PS mereka
Ini gambarnya Sophie
Dengan demikian, saya jadinya kenal dengan
teman sekelas Sophie yang lucu-lucu.
Anak-anak kan polos, walaupun ada yang reseh atau bandel,
mereka tidak pasang topeng.
Kadang ada yang saking polosnya, jadi membuka rahasia keluarga.

Contohnya suatu kali, ada temannya Sophie yang tanya sama saya

" Are you Sophie's mom ?"

"Yes. Sophie looks like me, doesn't she ?"

Anak itu menganggukan kepalanya. Saya balik bertanya.

" Do you look like your dad ?"

" Yes, but my Dad does not live with me and my mom. 
My Mom is not happy with him. So he moved out,"

Saya jadi salah tingkah sendiri, bingung mau komentar apa
sama omongan anak ini.

Teman sekelas Sophie kebanyakan bule.
Ada dua orang yang Afro-amerika, satu orang India,
dua orang Latino, dan satu orang Iran.
Selain menikmati tingkah polah anak kecil yang polos dan lucu,
saya juga senang mengamati mata anak-anak itu.
Matanya berwarna warni.

dark brown, almond shaped eyes
Beruntung yah , yang ditakdirkan lahir dari ras Kaukasia...

Teman-teman Sophie ada yang warna matanya
biru cerah, biru abu-abu, coklat muda ( hazel),
hijau, hijau abu-abu dan coklat tua.
Teman kuliah saya, Camelia Effendy pernah bilang
enak sekali cewek bule yg matanya biru atau hijau atau coklat .
Tidak perlu pake eye shadow tebal-tebal,
pakai maskara sedikit saja mata sudah pop up.

Saya mengamati mata temannya Sophie
tanpa ada perasaan aneh atau janggal .

Pernah sekali, saya mengamati mata seseorang
lalu setelah itu merasa creepy sendiri.
Kejadiannya di rumah sakit.

Waktu itu saya baru melahirkan Sophie. Baru sehari.
Eddy tidak nginap di rumah sakit.
( Kalau anak ketiga, sudah tidak terlalu manja ),
karena ada Dani dan Tim yang perlu ditunggui di rumah.
Sebelumnya saya dijenguk oleh beberapa teman Indonesia.
Lalu setelah mereka pulang, suasana kamar saya pun jadi sepi lagi.
Baby Sophie sedang tidur di sebelah saya.

Lalu pintu kamar diketuk oleh dokter.

" Hello, this is Dr M., may I come in ?"

" Sure," jawab saya

Dokter M masuk. Di klinik OB/GYN saya,
hanya dia satu-satu dokter lelaki, yang lain semuanya dokter perempuan.
Dokter M lalu bertanya bagaimana kabar saya.
Apakah saya masih kesakitan, dll...
Pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi saya yang wajar
ditanyakan oleh seorang dokter.

Kebetulan Dokter M waktu itu berdiri di bawah lampu,
dan sambil terus ngomong, saya tiba-tiba perhatikan matanya dia.
Di bawah sinar lampu kamar rumah sakit yang temaran,
terlihat mata Dr M berwarna biru terang.
Saya jadi terpana sendiri dan tuli terhadap apa yang dia bicarakan.

Lalu dia salaman, dan minta diri,
meneruskan tugasnya untuk menengok pasien-pasien yang lain.
Meninggalkan saya yang masih tersihir dengan mata birunya.

Beberapa saat kemudian , saya sadar kembali.
OMG, apakah saya ngelaba ? Mungkin saja.
Tapi kemungkinan besar itu karena perubahan hormon,
baru melahirkan ( menghibur diri sendiri ).

Hari ini sehabis mengamati dan
menikmati mata anak-anak di kelasnya Sophie,
saya bertanya tanya sendiri...

Is it a big deal ? Why am I so concerned about eyes ?

Namun kemudian teringat sebuah cerita pendek karya Ahmad Tohari
yang berjudul "Mata yang Enak Dipandang "
Juga sebuah program TV populer di Jakarta "Mata Najwa ".

Well, I think I'm not the only one.






Thursday, October 16, 2014

Daun Warna Warni Musim Gugur dan Ubah Rencana

Waktu saya belajar bahasa Cina dulu,
pas jaman kuda gigit besi,
ada satu kata yang muncul di text book 
yaitu Hongye yang kalau diterjemahkan secara harfiah adalah daun merah

daun warna warni musim gugur yang sudah gugur 

Setelah tinggal di mid-west, barulah saya mengalami hongye tersebut
Ketika musim gugur datang ( september-november )
pohon yang daunnya hijau akan berubah warna
Tidak hanya merah, ( hongye )
melainkan oranye, kuning mustard, burgundy, coklat

cuaca yang agak mendung pas jalan pagi

Cuaca pun mulai dingin,
Langit yang tadinya biru cerah mulai menjadi abu-abu kelam
Di toko pun mulai dijual apple cider ( juice apel ), 
yang bisa kita minum hangat atau dingin
Juga tibalah musimnya untuk petik apel di apple orchard
atau petik labu di pumpkin patch

Saat musim gugur, rasa yang populer adalah
rasa apple dan labu yang biasanya ada 
kombinasi rasa kayu manis dan cengkeh
Jadi kita bisa beli pumpkin pie donut
atau spiced apple caramel latte 
atau spiced pumpkin latte

(bukan iklan produk DD)
tomat yang tidak kunjung matang dari kebun suami
Baju-baju katun musim panas disimpan
Cardigan, jaket, syal, boots, dan topi mulai dipakai
Musim gugur adalah musim favorit saya

Pagi ini , saya dan dua orang teman jalan kaki 
untuk menikmati daun warna warni musim gugur
Lumayan juga kita jalan 2 mile lebih
Seger rasanya...pake acara selfie dan foto pemandangan

But first, let us take a selfie

Setelah itu kita kembali kepada kesibukan masing-masing
Saya ada janji eye check-up
Tapi pas datang ke optik,
mereka bilang dokternya tidak datang
karena ada pasien yang membatalkan appointmentnya
Mereka pikir saya membatalkan
Saya bilang, saya tidak telepon
Lho bagaimana sih ?
( saya mendongkol dalam hati )
Mereka nggak enak hati dan minta maaf

Rencana kedua untuk bikin bakso ayam juga gagal
Karena butcher di toko langganan kehabisan ayam cincang
Yah akhirnya saya beli ayam potong saja
( agak dongkol lagi )

Tapi Puji Tuhan tidak marah dan tidak kesel
Mungkin karena paginya sudah olahraga 
dan menikmati daun warna warni musim gugur
Mungkin juga karena dilindungi oleh Yang Mahakuasa
diberikan kesabaran supaya tidak cepat ngambek 
si tengah bantu sapu daun gugur
si bungsu juga..
nah kalo begini kan mamanya happy dan tidak gampang ngambek

Kalau bisa setiap hari maunya begitu
tambah sabar dan tambah enjoy