Monday, June 22, 2015

ALAMAK dalam Buku Anak

Hari ini saya lihat buku yang keren banget
di children's section perpustakaan lokal
Ah harus pinjam nih, pikir saya
Sekalian memperkenalkan dongeng klasik kepada anak-anak
yang sejauh ini lebih suka novel pop semacam Diary of Wimpy Kids

Setelah dinner, iseng iseng saya buka buka bukunya
Rupanya setiap kisah dijadikan seperti komik
Illustrasinya luar biasa keren...dan mengejutkan ...karena ada beberapa halaman yang nudis dan sensual

Saya membatin dalam hati, kenapa buku anak anak pun tercemar ?
Namun setelah berdiskusi dengan suami
Kesimpulan kami ialah, perpustakaan salah dalam penempatan
karena di covernya ditulis : The World's Great Kids' Lit as Comics and Visuals

Akhirnya saya email perpustakaan untuk minta mengkategorisasikan kembali buku ini , tidak di bagian anak-anak. Mungkin lebih cocok di bagian orang dewasa.

Jadi teringat waktu SMP kelas 2, kami disuruh membuat ringkasan buku-buku sastra secara berkelompok. Buku sastra dari jaman pujangga lama sampai pujangga baru. Saya lupa tentang buku yang harus saya ringkas. Namun saya ingat ada kelompok teman yang harus meringkas karya NH Dini yang berjudul "Pada Sebuah Kapal".

Karena iseng , saya pinjam buku itu dari teman . Pas mata pelajaran yang gurunya baik/tidak cerewet/tidak suka menghukum,saya baca buku itu diam diam ....komentar saya : O La La....Tralala trilili....

Mungkin guru saya sendiri belum pernah membaca buku itu. Kalau sudah pernah, saya yakin ia tidak akan menyuruh anak kelas 2 SMP membuat ringkasannya.



Saturday, June 20, 2015

Kembang Api


Waktu kecil dulu, saya sering main kembang api. Paling tidak biasanya pas ada hari raya, entah tahun baru atau lebaran. Adik saya, Michael, bahkan pernah mengalami kembang api tertempel di kakinya. Kembang api neon lagi. Mama papa langsung panik dan membawa dia ke dokter saat itu.

Kejadian itu sampai sekarang saya ceritakan kepada anak anak.
"Oom Mike once had a sparkler stuck on his heel,"

"Oh..really," seru anak terkesima

ki-ka : Michael, Fani, dan Grace
entah apakah dia pernah cerita sama anaknya ttg insiden kembang api

Beberapa hari yang lalu saat belanja di grocery, saya melihat kembang api. Jadi saya beli satu paket berisi 30 batang kembang api dengan harga 2 dollar. Saya sambar saja. Sayang anak, sayang anak, soalnya mereka belum pernah main kembang api. 

Ternyata mereka senang. Terutama yang bungsu, sambil joged joged segala mainnya...padahal tidak pakai musik lho..



Tuesday, June 16, 2015

Sad News from IKEA

Ini cocok buat si tengah
IKEA di dekat rumah saya dibuka kira kira 9 tahun yang lalu. Ini adalah salah satu tempat favorit keluarga kami , bukan untuk shopping, melainkan untuk jalan jalan. Ada tempat penitipan anak gratis selama satu jam. Ada berbagai furniture yang bisa diduduki dan dilihat lihat. Juga cafe-nya murah meriah.
Anakku minta kamar kayak gini.
Ketika saya dengar bahwa IKEA buka toko di Alam Sutra, saya pun senang mendengarnya, bahkan menganjurkan sepupu saya untuk main main ke sana. Jika blogwalking atau facebooking lalu ketemu ada orang yang posting tentang IKEA di tanah air, saya pasti membaca posting-nya.

Melihat beragam foto IKEA yang dipajang di facebook, saya lihat produk IKEA di Indonesia hampir sama dengan yang dijual di tempat saya. Simple lines, colorful details.

Namun yang berbeda adalah menu di cafe-nya. Sepertinya tiap negara ada menu khusus, karena saya dengar di IKEA Shanghai ada sapi lada hitam dan mie goreng. Di Indonesia ada spicy rolls-nya.

Menu yang disediakan di IKEA dekat rumah saya, adalah tipikal menu bule. Rasanya gurih namun tidak berbumbu pekat. Di lantai 2 ada cafe yang menyediakan beragam makanan, sedangkan di lantai dasar ada kios yang menyediakan makanan camilan seperti hot dog, pizza, cinnamon rolls, es krim dan soda.

 IKEA di dekat rumah saya juga menyediakan menu breakfast. Breakfast spesialnya hanya $1 yaitu sausages, fried potatoes, scramble eggs dan kopi/teh . Murah kan. Dua tahun yang lalu setiap hari senin breaksfast spesial ini sempat gratis.

Nah, setiap hari selasa, kids menu gratis. Jadi saya dan anak anak sering menyantroni IKEA pada hari selasa. Menunya hanya 3 macam. Fried chicken dan french fries, Mac and cheese dan vegetables, atau swedish meatballs dan mashed potatoes. Minumnya juga gratis, bisa pilih juice, susu atau soda.

Now the sad news...
 Makan gratis akan dihapuskan di akhir bulan ini... oh sedih hatiku...

Yah, nggak papa lah.. Saya tidak akan protes..toch masih ada tempat penitipan anak gratis dan... kopi/ teh gratis buat pemegang kartu " IKEA family"
Kartu ini pun gratisan lho... asal isi data saja...

makan yang puas Nak, selama masih gratis

bulan depan nggak gratis lagi

menu baru : vegetarian meatballs plus vegetables untuk mama, yang ini tidak gratis

Thursday, June 11, 2015

My Housewife Education

Walaupun saya lulusan sarjana,
mengenai hal ihwal rumah tangga saya bisa diibaratka lulusan TK saja.
Bukan apa-apa, saya tidak mengerti sama sekali bagaimana mengatur rumah, membersihkan rumah, memasak , dll

Yang paling parah dalam hal mengatur dan membersihkan rumah
Konsep yang ada di kepala saya itu nol besar
Jika saya melihat sebuah rumah yang nyaman, 
yang saya pikir adalah dekorasinya bagus. Dekorasi dan organisasi adalah dua hal yang sangat berbeda.

Untungnya saya ketemu beberapa buku tentang housekeeping dan house organizing . Buku mengenai rumah tangga pertama yang mengubah hidup saya adalah " How Not To Be a Messy" oleh Sandra Felton. Ada dua kategori orang yaitu messy dan cleanie. Berbahagialah para cleanie, karena mereka secara alamiah mengerti bagaimana caranya mengatur rumah. Sebaliknya, messie itu IQnya jongkok ( IQ rumah tangga lho, IQ saya sih masih normal ), jadi harus ada usaha ekstra untuk belajar. Buku ini memberikan trick tricknya. 



Buku lain yang saya sukai adalah The Sink Reflection by Fly Lady, Marla Cilley. Yang paling saya ingat adalah pesan Fly Lady tentang dua hal yang harus dilakukan untuk bisa efektif dalam rumah tangga yaitu ,1.bak cuci piring yang dibersihkan sejak malam dan 2. mandi/berdandan pagi pagi. Sampai sekarang saya berusaha melakukan kedua hal ini

Sekarang ini, buku rumah tangga yang ngetop adalah karya Marie Kondo. Di perpustakaan lokal sudah banyak yang antre untuk pinjam buku ini. 


Saya masih belum selesai membacanya, tetapi sejauh ini cukup menarik. 


Tuesday, June 2, 2015

LIHAT KEBUNKU

Minggu ini bunga bunga lagi mekar semua di kebun
Saya jadi ingat lagu masa kecil

                                      Lihat kebunku, penuh dengan bunga

Ada yang putih

Dan ada yang merah

Setiap hari kusiram semua

Mawar melati

Semuanya indah

Tuesday, May 12, 2015

Dimirip-miripkan

Kalau sedang rindu dengan snack Indonesia, tapi tidak sempat membuatnya dan tidak bisa mendapatkannya, ada makanan-makanan tertentu yang bisa dimirp-miripkan...Apakah cocok dibilang mirip ? Apakah saya hendak menghibur diri sendiri? Entahlah...

Inilah contohnya:

1. Pastel dan Samosas

2. Bacon dan ikan asin garing


3. Crumpets dan kue apem ( hanya teksturnya yang mirip )


4. Bihun bakso dan pho vietnam noodles

5. Macaroon adalah versi mahalnya gulali rambut nenek


6. Wedang jahe dan honey ginger drink buatan Korea

7. Perkedel kentang dan falafel

8. Sayur oyong/gambas dan okra


9. Bugles rasanya mirip dengan krupuk pendamping asinan bogor


10. Ikan cuwek dan smoked fish

Saturday, April 4, 2015

Group WA dan Nostagia

Jaman kuda gigit besi dulu, waktu FIB UI masih bernama saya masuk kuliah di jurusan S1 Sinologi.

Saya hanya 4 tahun "menghuni" waktu dan ruang di situ, namun sepertinya kejadiannya sangat membekas. Mungkin karena teman-teman sekelas yang jumlahnya hanya sedikit.Belakangan ini, kami mulai berhubungan lagi lewat WA. Kami bisa chatting sering sekali padahal lokasi kami tersebar di berbagai penjuru dunia dan tanah air. 

Nona, Findy, Inong, Reni, Comel
Budi, Tirsa, Uti
Anggiet, Wahyu, Wisnu, Jenny, Haryati
alm. Dhadi, Ari

Dua hari ini entah kenapa kami jadi bahas soal galau. Lalu saya berkata sepertinya kegalauan dan anak sastra berteman akrab. 

Mungkin kesimpulan saya itu tidak tepat. Mungkin lebih tepat kalau saya bilang kegalauan dan anak jurusan Cina program S1 angkatan 93 berteman akrab. 
Karena saya tidak berani mewakili seluruh anak sastra yang sekarang mungkin dibilangnya anak budaya ( FIB, fakultas ilmu budaya )

Kenapa galau ? Biasanya karena cinta. Baik cinta yang tidak tersampaikan, cinta yang hanya sepihak, cinta yang ditolak, cinta yang dikubur hidup hidup, putus cinta, dsb

Sebutan untuk objek cinta : kebetan , gebetan, cem-ceman...
Kadang kadang diberi nama khusus : zhende zhende haokan, zhen keai de, qian hong, mochiga ibsemnida, xiong mao ( hayo masih inget ?)

Lokasi untuk ngobrol bicarakan kebetan : Kansas, warteg gedung 10, bangku batu di bawah pohon di depan gedung kuliah, stasiun kereta, Hokben, AHA, di mana saja sih intinya...

di stasiun Kober

di depan gedung 1 ?

warteg di belakang gedung 8, banyak anjing liar..400 perak : nasi sayur gorengan

Kansas memang tempat yang sangat berkesan dan strategis karena memang menjadi tempat untuk bergalau bareng, curhat atau bahkan mengintai kebetan. Apalagi kalau ditemani minuman dari kedainya almarhum Ali, seperti teh anget tawar /manis, es teh tawar/manis, kopi es/anget, jeruk es/anget. Ada juga sih kedai yang jualan es campur tapi kok sepertinya bukan minuman yg sreg untuk bergalau yah...

93 plus Luna
Almarhum Ali juga kadang dijadikan informan dan teman curhat saat galau. Beliau adalah pendengar yang baik dan orangnya juga baik sekali. 

alm. Ali paling kanan
Pas WA kemaren seorang teman bilang : grup WA ini bermanfaat untuk :
1. mencegah kita dari penyakit pikun, 
2. menyegarkan dari rutinitas sehari-hari,
3. mengingatkan kepada masa lalu yang lucu dan ringan
4. mengajak bergalau bersama-sama

Semoga terwujud yah manfaatnya ...Jiayou pegyoumen!