Saturday, April 4, 2015

Group WA dan Nostagia

Jaman kuda gigit besi dulu, waktu FIB UI masih bernama saya masuk kuliah di jurusan S1 Sinologi.

Saya hanya 4 tahun "menghuni" waktu dan ruang di situ, namun sepertinya kejadiannya sangat membekas. Mungkin karena teman-teman sekelas yang jumlahnya hanya sedikit.Belakangan ini, kami mulai berhubungan lagi lewat WA. Kami bisa chatting sering sekali padahal lokasi kami tersebar di berbagai penjuru dunia dan tanah air. 

Nona, Findy, Inong, Reni, Comel
Budi, Tirsa, Uti
Anggiet, Wahyu, Wisnu, Jenny, Haryati
alm. Dhadi, Ari

Dua hari ini entah kenapa kami jadi bahas soal galau. Lalu saya berkata sepertinya kegalauan dan anak sastra berteman akrab. 

Mungkin kesimpulan saya itu tidak tepat. Mungkin lebih tepat kalau saya bilang kegalauan dan anak jurusan Cina program S1 angkatan 93 berteman akrab. 
Karena saya tidak berani mewakili seluruh anak sastra yang sekarang mungkin dibilangnya anak budaya ( FIB, fakultas ilmu budaya )

Kenapa galau ? Biasanya karena cinta. Baik cinta yang tidak tersampaikan, cinta yang hanya sepihak, cinta yang ditolak, cinta yang dikubur hidup hidup, putus cinta, dsb

Sebutan untuk objek cinta : kebetan , gebetan, cem-ceman...
Kadang kadang diberi nama khusus : zhende zhende haokan, zhen keai de, qian hong, mochiga ibsemnida, xiong mao ( hayo masih inget ?)

Lokasi untuk ngobrol bicarakan kebetan : Kansas, warteg gedung 10, bangku batu di bawah pohon di depan gedung kuliah, stasiun kereta, Hokben, AHA, di mana saja sih intinya...

di stasiun Kober

di depan gedung 1 ?

warteg di belakang gedung 8, banyak anjing liar..400 perak : nasi sayur gorengan

Kansas memang tempat yang sangat berkesan dan strategis karena memang menjadi tempat untuk bergalau bareng, curhat atau bahkan mengintai kebetan. Apalagi kalau ditemani minuman dari kedainya almarhum Ali, seperti teh anget tawar /manis, es teh tawar/manis, kopi es/anget, jeruk es/anget. Ada juga sih kedai yang jualan es campur tapi kok sepertinya bukan minuman yg sreg untuk bergalau yah...

93 plus Luna
Almarhum Ali juga kadang dijadikan informan dan teman curhat saat galau. Beliau adalah pendengar yang baik dan orangnya juga baik sekali. 

alm. Ali paling kanan
Pas WA kemaren seorang teman bilang : grup WA ini bermanfaat untuk :
1. mencegah kita dari penyakit pikun, 
2. menyegarkan dari rutinitas sehari-hari,
3. mengingatkan kepada masa lalu yang lucu dan ringan
4. mengajak bergalau bersama-sama

Semoga terwujud yah manfaatnya ...Jiayou pegyoumen! 

Tuesday, March 24, 2015

Ketakutan Seorang Ibu

Sejak menjadi seorang ibu, saya makin sering merasa waswas. Ternyata saya tidak sendirian, teman- teman yang lain pun juga demikian. Dalam sebuah grup chatting yang saya ikuti, sering anggota grup membagi berita-berita kejahatan terkini dengan tujuan supaya angota grup lebih berhati-hati .


Akhir-akhir ini yang dibahasa adalah berita tentang begal. Terus terang , saya tidak tahu apa arti kata begal. Setelah search di google, barulah saya mengerti. Begal adalah tindakan perampokan sepeda motor dengan menggunakan senjata oleh sekelompok bajingan. Pembegalan itu bahkan dilakukan di saat masih terang. Beberapa kali saya lihat foto para begal yang sudah hangus dibakar massa. Sadis sekali si begal dan juga massa yang main hakim sendiri. 

Ada juga berita berita tentang penculikan anak yang mulai marak di tanah air. Sebelumnya, saya pikir penculikan anak lebih banyak terjadi di North Amerika, namun sayangnya trend kejahatan ini seperti virus, gampang menular dan menjangkiti daerah lain.

Sementara itu, banyak berita berita miring dari luar yang membuat keluarga dan teman-teman di Indonesia menjadi was-was. Contohnya waktu Detroit bangkrut, atau terjadi penembakan di tempat tempat umum .

“Masa senjata dijual bebas,” demikian protes teman di Indonesia

“Masa polisi Indonesia diam saja,” demikian protes teman di Amerika

Setelah saya merenung, yah kejahatan ,kecelakaan dan sakit penyakit terjadi di mana –mana. Pembegalan, penculikan, pemberian narkoba dalam bentuk permen, hubungan seks bebas, ISIS, penyebaran virus seperti virus demam berdarah, flu burung, meningitis, dan banyak lagi. Saya menjadi sangat prihatin dengan keamanan anak-anak saya. Mungkin inilah yang disebut naluri keibuan, yang muncul semenjak saya punya anak.

Saya amati bahwa naluri keibuan dalam diri saya
ada dua wujudnya...

1. naluri untuk merawat anak
saya selalu ingin membuat anak nyaman
kasih makan kalo lapar, kasih selimut kalo dingin, dll

2. naluri untuk melindungi anak
naluri yang ini agak buas dan bikin ibu selalu was was dan gemetar..mengamati keadaan sekitar....demi keamanan keluarganya

Betulan saya gemetar deh... apalagi anak saya tiga !


Dalam kegentaran saya, teringat saya akan sebuah janji Tuhan di Mazmur 91.
Manusia yang bisa ingkar janji, namun janji Tuhan adalah ya dan amin.  Janji Tuhan harus diraih oleh iman supaya bisa bermanifestasi menjadi kenyataan. Demikianlah beberapa janji Tuhan yang menjadi pegangan untuk mengusir ketakutakan saya .

1. Kalau ngeri terhadap Ebola, Aids, Meningitis, demam berdaran dll, dsb... inilah janji Tuhan  dalam

Mzm 91 : 3
Sungguh Dialah yang melepaskan engkau dari jerat perangkap burung dan dari penyakit sampar yang busuk ( hello... Flu burung.. pergi kau ! )

2. Kalo gemetar membaca tentang aksi teroris atau kriminal yang melibatkan senjata dan kekerasan, silahkan simak

Mzm 91 : 5
Engkau tidak usah takut akan kedahsyatan malam , akan panah yang terbang di waktu siang. ( termasuk clurit, parang, golok, senapan, BB gun, dll )

3. Untuk ancaman mass shooting ( di negara-negara Eropa dan Amerika ) atau huru hara massa ( di Indonesia )

Mzm 91 : 7
Walau seribu orang rebah di sisimu dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu

Perlindungan itu dijanjikan kepada kita dengan sebuah syarat yang tertera di dalam Mzm 91: 14-15:
Sungguh hatinya melekat kepadaKu maka Aku akan meluputkannya.
Aku akan membentenginya sebab ia mengenal namaKu

Saya bertanya-tanya dalam hati, mengapa sih kok janji harus ada syaratnya. Namun setelah direnungkan, persyaratan adalah hal yang logis. Contohnya, jika kita mau mempergunakan fasilitas sebuah gym, ada syaratnya , yaitu kita harus menjadi anggota. Jika kita datang ke sebuah pesta, juga ada syaratnya, yaitu kita harus diundang atau kenal dengan orang yang mengadakan pesta.

Sebuag pertanyaan lain muncul di dalam hati saya. Apakah saya kenal secara pribadi dengan Sang Juruselamat sehingga saya akan mendapatkan fasilitas dibentengi dan diluputkan dari segala ancaman kejahatan ?

Terus terang ini adalah sebuah tempalakan besar dalam hati saya.. apakah saya betul betul kenal dengan Dia ? Sepertinya saya lebih kenal dengan teman atau pasangan saya atau pendeta daripada dengan Tuhan saya...Saya lebih sering membaca novel daripada surat cinta dari Tuhan saya ( Alkitab )... Saya lebih sering minta pendapat orang lain daripada minta pendapat kepada Tuhan saya.


Bagaimana dengan teman –teman pembaca sekalian ? 

( photos taken from the internet )

Tuesday, March 10, 2015

Obrolan Ringan

Salah satu yang hilang dalam hidup saya di US, adalah obrolan ringan dengan orang-orang yang saya jumpai di tempat umum. Kok aneh kenapa bisa hilang ? Mungkin karena saya orang yang agak introvert. Teman yang ekstrovert bisa dengan mudahnya ngobrol " small talk " sama kasir di toko, atau sesama ibu di sekolah, atau pelayan di restaurant.

Kalau dengan orang yang sudah dekat atau sudah nyaman, saya bisa ngobrol tentang hal-hal yang sangat personal. Bisa bicara tentang masa lalu, impian-impian yang hancur, kekecewaan, dll. Namun berbicara tentang hal ini pun bikin saya capai. Karena obrolan yang berat seperti itu biasanya menuntut kerahasiaan.
Menjaga rahasia seseorang atau pun diri sendiri, bukan hal yang mudah lho !

Pagi ini, saya pergi ke Asian grocery di dekat rumah. Nah, si engkoh yang punya toko orangnya baik sekali. Namun si enci , istrinya, orangnya judes. Bagusnya si enci ini kayaknya makin hari, kejudesannya makin berkurang. Mudah-mudahan begitu terus yah ! Biar pelanggan makin suka.
sagu, fish paste ( buat bikin siomay ) dan bangkuang
Saya datang ketika toko masih sepi. Tiba-tiba si enci jalan  sambil terengah-engah. Kenapa nih si enci ? saya bertanya dalam hati.
Begitu terus selama beberapa menit saya memilih -milih barang. Sepertinya si enci lagi olahraga. Aneh ah.

" Were you having an exercise ?" tanya saya ketika check out

" Oh yes," jawabnya singkat. Selalu singkat dan tidak suka small talk si enci ini, makanya kan saya bilang enci judes.

" That's a good use of time," komentar saya

Saya lalu membayar belanjaan saya . Dia ucapkan terimakasih dan " have a good day". Lumaya ramah, karena dulu-dulu, biasanya si enci cuma bilang thank you aja, tanpa melihat muka.

Di dekat grocery Asia, ada grocery Arab yang jualan daging halal. Saya beli ayam di situ. Nah butchernya sangat ramah. Kalo toko sepi biasanya dia selalu ngobrol. Penjaga kasirnya seorang gadis muda berjilbab .
ayam dan lemon
" You know, she is learning Chinese now," kata butcher itu kepada saya

" Oh really ?" jawab saya

" No, I am not learning chinese," kata si gadis itu

" What language do you learn ? Japanese ?" tanya saya

" Yes," jawabnya

Saya pun mulai berkicau dan bercerita kalau dulu waktu SMA saya belajar bahasa Jepang. Juga cerita kalau saya summer tahun lalu pergi ke Jepang. Dia hanya mendengarkan sambil tersenyum. Saya juga bilang di perpustakaan lokal banyak buku jepang. Dia bilang dia tahu. Saya berkicau selama kurang lebih 5 menit. Setelah bayar , saya pergi.

Lalu saya jadi penasaran sendiri tentang gadis itu. Dia belajar jepang di mana ? Apakah ambil kuliah di community college atau autodidak ? Sudah berapa lama dia belajar ?

Ah, nanti kalau saya beli ayam lagi, saya tanya dia.
Ah small talk... yang didominasi oleh saya. Pikir-pikir mirip juga dengan posting di blog. Pembaca kan mendengar saya berceloteh.


Sunday, February 22, 2015

Ikan dan Surplus

burger salmon, saus lemon pakai daun bawang dan daun kemiri,
tumis jamur, zuchinni, paprika

Salah satu ucapan selamat untuk tahun baru imlek adalah
nian nian youyu yang berarti makin tahun makin sukses
kata yu( surplus ) di kalimat ini bunyinya sama dengan kata yu yang berarti ikan
Dengan demikian, hidangan ikan biasanya muncul pada tahun baru imlek

Tahun baru imlek kali ini, kami rayakan di rumah seorang teman
yang sekalian juga merayakan anniversary-nya sekalian juga menyediakan tempat untuk persekutuan rumahan
( Happy anniversary dear Lucy and John )
Menunya lebih ke-korea-korean daripada ke-cina cinaan...
walaupun Lucy masak kaki babi
( kamysa Lus, walopon oe tidak suka kaki babi tapi oe sampai tambah dua kali makan ni punya ayam goreng gochuzang dan lumpia )

Di rumah ortu di Jakarta menu makanan yang mama saya masak
ialah nasi hainan dan ikan bandeng...
Nasi hainan sih tidak terlalu susah bikinnya
tapi bandeng... apalagi bandeng presto, yah saya menyerah...

Namun saya jadi ngiler makan ikan...
Puji Tuhan minggu lalu, pas main ke rumah teman,
disuguhkan tumis ikan tilapia dengan
saus lemon, bawang, dan daun kemiri... ( terimakasih Sandra )...

Hari minggu ini, kebetulan masih ada salmon burger beku yang sudah beberapa bulan parkir di freezer... Karena tidak punya roti burger dari supermarket, akhirnya buat lauk makan nasi saja...

Saya juga bikin saus lemon, daun bawang dan daun kemiri
seperti yang di rumah Sandra kemaren.
Nah saos itu enak sekali.. mirip dabu-dabu ...
Tapi lebih creamy karena pakai mentega...

Resep : 1 genggam cilantro/ daun kemiri... potong-potong
             4 tangkai bawang daun..potong potong
             1 sendok makan mentega
             air perasan satu buah lemon
       
panaskan mentega di kuali...masukkan cilantro dan bawang daun yang sudah dipotong. tumis sampai layu. masukkan garam dan lada hitam bubuk. taruh di mangkuk kecil, tambahkan air perasan lemon.

Bon appetitte 

Thursday, February 5, 2015

Antara Aku, Saya, Kamu dan Kau

Keluarga saya tidak menggunakan kata aku. Mama dan Papa pakai kata saya ketika berkomunikasi antar mereka. Almarhum Oma pakai kata Ik karena terpengaruh dengan pendidikan Belanda. Anak-anak menggunakan nama panggilan untuk membahasakan dirinya kepada keluarga yang lebih tua. Terhadap guru dan orang-orang yang dihormati , saya dan adik menggunakan kata saya. Terhadap teman-teman , kami menggunakan kata gue .

Aku dan kau hanya saya jumpai dalam lagu atau bacaan yg agak serius. Kadang saya dengar juga kata aku dan kau ketika berjumpa dengan teman yang bersuku Batak.

Untuk memperjelas situasi, saya lahir tahun 70-an, bertumbuh pada tahun 80-an. Lalu tahun 90-an, saya mendengar anak-anak kecil lebih sering memakai aku dariapada saya. Aku menjadi lebih populer daripada saya. Lebih informal. Tapi lebih halus daripada gue. Aku juga digunakkan untuk pasangan , baik pacar ataupun suami istri.

Tapi lucunya, walaupun aku lebih sering digunakan, namun pasangannya yaitu kau tidak terlalu sering. Aku dipasangkan dengan kamu ...
Kok saya tidak sreg yah... saya-kamu, aku-kau... kan seharusnya demikian...

Bahasa adalah sesuatu yang organik. Apalagi bahasa lisan. Walaupun ada kaidah , namun dalam penerapannya, terserah yang berbicara . Jadi yah ... oke lah..
Bahasa tulisan, lain perkara. Jika saya melihat sesuatu yang salah kaidahnya dalam bentuk tertulis, rasanya kok agak gatal gitu.

Kenapa tema ini jadi muncul di benak saya, karena minggu lalu saya menulis cerpen dan ada seorang teman yang bilang, jangan pakai saya bila naratornya orang pertama. Kesannya formal. Pakailah aku. Informal dan dekat dengan pembaca.

Setelah berpikir-pikir lagi, saya akhirnya sadar, bahwa dalam bercakap cakap, saya jarang menggunakan kata kamu atau kau. Kesannya kurang sopan. Meng-kamu-kamu-kan orang lain. Saya lebih sering memanggil orang kedua dengan nama mereka.

Dalam bahasa inggris , hal ini tidak terjadi. Biar terhadap orang yang lebih tua atau berpangkat, I-you , adalah kaidah yang terjadi dalam lisan maupun tulisan.
Bahasa Jepang lebih mirip dengan bahasa Indonesia, karena anata  yang artinya kamu, hanya digunakkan untuk pasangan ( pacar, tunangan, suami atau istri ).

Saya teringat akan mama saya yang membatin karena cucunya yang tidak terlalu menguasai bahasa Indonesia , memanggil mama saya dengan kamu.

" Oma, kamu udah makan ?"

Ini adalah tantangan buat papa dan mamanya untuk mengajarkan bahasa indonesia kepada anak yang tumbuh dalam lingkungan yang berbahasa inggris.





Monday, January 26, 2015

Pelacur yang Menjadi Pahlawan


Namanya Rahab. Ia adalah seorang pelacur, 
istilah sekarang PSK (pekerja seks komersial). 
Tidak seperti Tamar , yang PSK gadungan, 
Rahab adalah PSK sungguhan. 
Ia tinggal di sebuah rumah yang menempel 
pada tembok yang membentengi kota Yerikho. 
Ia tidak tinggal bersama keluarganya, 
suatu hal yang tidak lazim pada jaman dahulu kala. 
Kemungkinan besar ia menggunakan rumahnya 
sebagai tempat berbisnis.

Saat itu, kota Yerikho sedang dirundung ketakutan. 
Sebuah bangsa pengembara  yang bernama Israel, 
bergerak di seputar tanah Kanaan untuk berperang 
dan merebut kekuasaan. 
Bangsa pengembara ini dilindungi kuasa gaib. 
Konon kabarnya, pemimpin mereka diberi kuasa 
untuk mengeringkan Laut Merah, 
sehingga bangsa ini bisa menyeberanginya dengan aman. 
Mereka juga dapat menghabisi kerajaan Sihon dan Og. 
Kuasa gaib itu diberikan oleh Tuhan yang mereka sembah. 
Terdengar  selentingan bahwa bangsa ini 
mengirim mata-mata ke Yerikho.

Selentingan ini benar. 
Joshua, pemimpin bangsa Israel, mengirim dua orang mata-mata. Mereka masuk Yerikho dan mendatangi rumah Rahab. 
Sebuah pilihan yang bijaksana, 
karena dua orang asing di rumah PSK 
tidak akan terlalu menarik perhatian. 
Selain itu tempatnya strategis untuk keluar dan masuk 
karena menempel di tembok benteng.

Yang paling luar biasa, 
Rahab ternyata adalah seorang yang mau bekerja sama. 
Ia menyembunyikan mereka di bawah ranting tanaman flax 
yang sedang dijemur di atap.  

Kemudian, datanglah utusan dari istana. 
Mereka minta Rahab untuk menyerahkan 
dua orang mata-mata tersebut. 
Rahab berbohong. Ia bilang, kedua orang itu 
sudah pergi ke arah sungai Yordan. 
Maka pergilah mereka untuk mengadakan pengejaran 
ke arah yang salah.

Ketika malam tiba dan suasana sudah aman, 
Rahab pun menyuruh kedua mata-mata Israel 
untuk keluar dari tempat persembunyiannya. 
Ia memberitakan sebuah informasi yang sangat penting 
bahwa seluruh daerah Yerikho dilanda ketakutan kepada bangsa Israel. 

Rahab juga mengatakan sebuah pengakuan. 
Ia mengaku bahwa Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel 
adalah Tuhan yang berkuasa di sorga dan di bumi. 
Setelah mengaku, ia bertindak. 
Ia minta kemurahan dan keselamatan 
untuk dirinya dan untuk keluarganya 
ketika Israel menyerbu Yerikho. 

Kedua mata-mata itu, berjanji 
untuk membela Rahab dan seisi rumahnya. 
Sebagai tanda, sebuah tali berwarna merah 
diikatkan di tiang rumah Rahab.

Pergilah kedua mata-mata itu pulang.  
Seperti yang sudah dijanjikan, 
Rahab dan seisi rumahnya diselamatkan. 
Mereka bergabung dengan bangsa Israel.

Ibrani 11:31 dan Yakobus 2: 25 memberikan gelar kepada Rahab sebagai seorang yang beriman dan yang dibenarkan. 
Rumah pelacuran menjadi rumah keselamatan 
untuk Rahab dan keluarganya. 
PSK yang dianggap rendah, 
diubahkan menjadi seorang pahlawan yang benar dan beriman. 
Selalu ada harapan untuk hidup baru 
bagi orang-orang yang mau masuk 
ke dalam rencana keselamatan Tuhan.


( oleh Tirsa Tanaraga, edit oleh Billy Gumulja )

Monday, January 5, 2015

Pelacur Gadungan dalam Silsilah Tuhan Yesus

Tidak banyak perempuan yang namanya disebutkan dalam silsilah Tuhan Yesus. Mengapa ? Saya tidak tahu. Hanya ada empat nama yang muncul yaitu : Tamar, Rahab, Ruth dan Maria. Jika nama mereka tertera, tentu juga Tuhan punya alasan tertentu. Maka, saya pun membuka Alkitab dan berbagai website untuk menyelidiki keempat perempuan tersebut.

Yang pertama ialah Tamar. Tamar artinya adalah Palem kurma, atau pohon palem. Cerita tentang Tamar sangat dramatis dan sensasional. Saya sendiri mengangkat sebelah alis saya ketika membaca ceritanya lalu menggeleng-gelengkan kepala. 

Yehuda, salah seorang anak dari Yakub, mempunyai tiga anak laki-laki yaitu Er, Onan, dan Shelah. Yehuda menjodohkan Er dengan seorang gadis bernama Tamar. Ternyata Er adalah seseorang yang jahat di mata Tuhan. Dengan demikian Tuhan membuatnya meninggal.

Tamar menjadi janda tanpa anak. Yehuda, sang bapak mertua, menyuruh anak yang kedua, Onan , untuk menikahi Tamar. Ternyata Onan pun jahat. Ia tidak mau Tamar hamil. Alasannya mungkin karena pertimbangan ekonomi. Jika Onan memberikan anak kepada Tamar, maka Onan tidak berhak atas anak itu. Anak itu akan meneruskan garis keturunan Er dan mendapatkan bagian warisan Er. Jika tidak ada penerus keturunan Er, otomatis harta bagian Er akan jatuh ke tangan Onan.

Tuhan tidak suka dengan tindakan Onan. Onan pun mati. Tamar kembali menjadi janda tanpa anak. Harapan satu-satunya adalah Shelah, anak Yehuda yang ketiga. Saat itu Shelah masih kecil, belum bisa dinikahkan dengan Tamar. Yehuda menyuruh Tamar pulang ke rumah orang tuanya dan menunggu Shelah sebagai janda.

Alkitab menyebutkan bahwa sebetulnya Yehuda takut Shelah mati jika menikah dengan Tamar. Itu adalah alasan utamanya untuk memulangkan Tamar.
Tamar patuh kepada bapak mertuanya. Ia hidup sebagai janda. Ia menanti-nantikan Shelah. Waktu berlalu, akhirnya ia mengerti bahwa sebetulnya Yehuda tidak mau ia nikah dengan Shelah.

Ketika ia mendengar bahwa ibu mertuanya sudah meninggal, dan bapak mertuanya hendak pergi mencukur domba ke Timnah, Tamar pun melakukan sesuatu yang sangat nekad. Ia berpura-pura menjadi pelacur . Ia menunggu mertuanya di gerbang Enaim, yang harus dilewati mertuanya untuk menuju ke Timnah.
    
Mertuanya tidak mengenali Tamar. Seperti yang diduganya, Yehuda hendak membeli jasanya sebagai pelacur. Karena Yehuda tidak membayar kontan, Tamar minta segel, ikat pinggang dan tongkat Yehuda untuk jaminan. Bodohnya , Yehuda  pun memberikan ketiga bukti identitas dirinya tersebut. Keesokan harinya, saat pelayan Yehuda hendak membayar Tamar di gerbang Enaim, Tamar sudah menghilang.

Tiga bulan kemudian, Yehuda mendengar kabar bahwa Tamar hamil. Darahnya mendidih. Ia marah karena Tamar tidak bermoral . Ia memanggil orang banyak untuk menghukum mati Tamar dengan cara dibakar hidup hidup. Namun Tamar mengirimkan tiga bukti identitasnya berupa segel, ikat pinggang dan tongkat dan memberitahukannya bahwa pemilik ketiga benda itu adalah lelaki yang menghamili dirinya.

Yehuda pun bertobat. Dengan jantan ia mengakui bahwa ia lebih rendah dari Tamar karena ia tidak mau memberikan Shelah untuk memberikan keturunan kepada Tamar dan almarhum Er.

Tuhan membela Tamar. Tuhan mengaruniakan berkat ganda dengan lahirnya sepasang anak lelaki kembar yang bernama Perez dan Terah. Perez adalah bapak moyang Raja Daud.


Demikianlah kisah Tamar, sang pelacur gadungan yang menjadi salah seorang dari nenek moyang Tuhan Yesus.