Tuesday, June 16, 2015

Sad News from IKEA

Ini cocok buat si tengah
IKEA di dekat rumah saya dibuka kira kira 9 tahun yang lalu. Ini adalah salah satu tempat favorit keluarga kami , bukan untuk shopping, melainkan untuk jalan jalan. Ada tempat penitipan anak gratis selama satu jam. Ada berbagai furniture yang bisa diduduki dan dilihat lihat. Juga cafe-nya murah meriah.
Anakku minta kamar kayak gini.
Ketika saya dengar bahwa IKEA buka toko di Alam Sutra, saya pun senang mendengarnya, bahkan menganjurkan sepupu saya untuk main main ke sana. Jika blogwalking atau facebooking lalu ketemu ada orang yang posting tentang IKEA di tanah air, saya pasti membaca posting-nya.

Melihat beragam foto IKEA yang dipajang di facebook, saya lihat produk IKEA di Indonesia hampir sama dengan yang dijual di tempat saya. Simple lines, colorful details.

Namun yang berbeda adalah menu di cafe-nya. Sepertinya tiap negara ada menu khusus, karena saya dengar di IKEA Shanghai ada sapi lada hitam dan mie goreng. Di Indonesia ada spicy rolls-nya.

Menu yang disediakan di IKEA dekat rumah saya, adalah tipikal menu bule. Rasanya gurih namun tidak berbumbu pekat. Di lantai 2 ada cafe yang menyediakan beragam makanan, sedangkan di lantai dasar ada kios yang menyediakan makanan camilan seperti hot dog, pizza, cinnamon rolls, es krim dan soda.

 IKEA di dekat rumah saya juga menyediakan menu breakfast. Breakfast spesialnya hanya $1 yaitu sausages, fried potatoes, scramble eggs dan kopi/teh . Murah kan. Dua tahun yang lalu setiap hari senin breaksfast spesial ini sempat gratis.

Nah, setiap hari selasa, kids menu gratis. Jadi saya dan anak anak sering menyantroni IKEA pada hari selasa. Menunya hanya 3 macam. Fried chicken dan french fries, Mac and cheese dan vegetables, atau swedish meatballs dan mashed potatoes. Minumnya juga gratis, bisa pilih juice, susu atau soda.

Now the sad news...
 Makan gratis akan dihapuskan di akhir bulan ini... oh sedih hatiku...

Yah, nggak papa lah.. Saya tidak akan protes..toch masih ada tempat penitipan anak gratis dan... kopi/ teh gratis buat pemegang kartu " IKEA family"
Kartu ini pun gratisan lho... asal isi data saja...

makan yang puas Nak, selama masih gratis

bulan depan nggak gratis lagi

menu baru : vegetarian meatballs plus vegetables untuk mama, yang ini tidak gratis

Thursday, June 11, 2015

My Housewife Education

Walaupun saya lulusan sarjana,
mengenai hal ihwal rumah tangga saya bisa diibaratka lulusan TK saja.
Bukan apa-apa, saya tidak mengerti sama sekali bagaimana mengatur rumah, membersihkan rumah, memasak , dll

Yang paling parah dalam hal mengatur dan membersihkan rumah
Konsep yang ada di kepala saya itu nol besar
Jika saya melihat sebuah rumah yang nyaman, 
yang saya pikir adalah dekorasinya bagus. Dekorasi dan organisasi adalah dua hal yang sangat berbeda.

Untungnya saya ketemu beberapa buku tentang housekeeping dan house organizing . Buku mengenai rumah tangga pertama yang mengubah hidup saya adalah " How Not To Be a Messy" oleh Sandra Felton. Ada dua kategori orang yaitu messy dan cleanie. Berbahagialah para cleanie, karena mereka secara alamiah mengerti bagaimana caranya mengatur rumah. Sebaliknya, messie itu IQnya jongkok ( IQ rumah tangga lho, IQ saya sih masih normal ), jadi harus ada usaha ekstra untuk belajar. Buku ini memberikan trick tricknya. 



Buku lain yang saya sukai adalah The Sink Reflection by Fly Lady, Marla Cilley. Yang paling saya ingat adalah pesan Fly Lady tentang dua hal yang harus dilakukan untuk bisa efektif dalam rumah tangga yaitu ,1.bak cuci piring yang dibersihkan sejak malam dan 2. mandi/berdandan pagi pagi. Sampai sekarang saya berusaha melakukan kedua hal ini

Sekarang ini, buku rumah tangga yang ngetop adalah karya Marie Kondo. Di perpustakaan lokal sudah banyak yang antre untuk pinjam buku ini. 


Saya masih belum selesai membacanya, tetapi sejauh ini cukup menarik. 


Tuesday, June 2, 2015

LIHAT KEBUNKU

Minggu ini bunga bunga lagi mekar semua di kebun
Saya jadi ingat lagu masa kecil

                                      Lihat kebunku, penuh dengan bunga

Ada yang putih

Dan ada yang merah

Setiap hari kusiram semua

Mawar melati

Semuanya indah

Tuesday, May 12, 2015

Dimirip-miripkan

Kalau sedang rindu dengan snack Indonesia, tapi tidak sempat membuatnya dan tidak bisa mendapatkannya, ada makanan-makanan tertentu yang bisa dimirp-miripkan...Apakah cocok dibilang mirip ? Apakah saya hendak menghibur diri sendiri? Entahlah...

Inilah contohnya:

1. Pastel dan Samosas

2. Bacon dan ikan asin garing


3. Crumpets dan kue apem ( hanya teksturnya yang mirip )


4. Bihun bakso dan pho vietnam noodles

5. Macaroon adalah versi mahalnya gulali rambut nenek


6. Wedang jahe dan honey ginger drink buatan Korea

7. Perkedel kentang dan falafel

8. Sayur oyong/gambas dan okra


9. Bugles rasanya mirip dengan krupuk pendamping asinan bogor


10. Ikan cuwek dan smoked fish

Saturday, April 4, 2015

Group WA dan Nostagia

Jaman kuda gigit besi dulu, waktu FIB UI masih bernama saya masuk kuliah di jurusan S1 Sinologi.

Saya hanya 4 tahun "menghuni" waktu dan ruang di situ, namun sepertinya kejadiannya sangat membekas. Mungkin karena teman-teman sekelas yang jumlahnya hanya sedikit.Belakangan ini, kami mulai berhubungan lagi lewat WA. Kami bisa chatting sering sekali padahal lokasi kami tersebar di berbagai penjuru dunia dan tanah air. 

Nona, Findy, Inong, Reni, Comel
Budi, Tirsa, Uti
Anggiet, Wahyu, Wisnu, Jenny, Haryati
alm. Dhadi, Ari

Dua hari ini entah kenapa kami jadi bahas soal galau. Lalu saya berkata sepertinya kegalauan dan anak sastra berteman akrab. 

Mungkin kesimpulan saya itu tidak tepat. Mungkin lebih tepat kalau saya bilang kegalauan dan anak jurusan Cina program S1 angkatan 93 berteman akrab. 
Karena saya tidak berani mewakili seluruh anak sastra yang sekarang mungkin dibilangnya anak budaya ( FIB, fakultas ilmu budaya )

Kenapa galau ? Biasanya karena cinta. Baik cinta yang tidak tersampaikan, cinta yang hanya sepihak, cinta yang ditolak, cinta yang dikubur hidup hidup, putus cinta, dsb

Sebutan untuk objek cinta : kebetan , gebetan, cem-ceman...
Kadang kadang diberi nama khusus : zhende zhende haokan, zhen keai de, qian hong, mochiga ibsemnida, xiong mao ( hayo masih inget ?)

Lokasi untuk ngobrol bicarakan kebetan : Kansas, warteg gedung 10, bangku batu di bawah pohon di depan gedung kuliah, stasiun kereta, Hokben, AHA, di mana saja sih intinya...

di stasiun Kober

di depan gedung 1 ?

warteg di belakang gedung 8, banyak anjing liar..400 perak : nasi sayur gorengan

Kansas memang tempat yang sangat berkesan dan strategis karena memang menjadi tempat untuk bergalau bareng, curhat atau bahkan mengintai kebetan. Apalagi kalau ditemani minuman dari kedainya almarhum Ali, seperti teh anget tawar /manis, es teh tawar/manis, kopi es/anget, jeruk es/anget. Ada juga sih kedai yang jualan es campur tapi kok sepertinya bukan minuman yg sreg untuk bergalau yah...

93 plus Luna
Almarhum Ali juga kadang dijadikan informan dan teman curhat saat galau. Beliau adalah pendengar yang baik dan orangnya juga baik sekali. 

alm. Ali paling kanan
Pas WA kemaren seorang teman bilang : grup WA ini bermanfaat untuk :
1. mencegah kita dari penyakit pikun, 
2. menyegarkan dari rutinitas sehari-hari,
3. mengingatkan kepada masa lalu yang lucu dan ringan
4. mengajak bergalau bersama-sama

Semoga terwujud yah manfaatnya ...Jiayou pegyoumen! 

Tuesday, March 24, 2015

Ketakutan Seorang Ibu

Sejak menjadi seorang ibu, saya makin sering merasa waswas. Ternyata saya tidak sendirian, teman- teman yang lain pun juga demikian. Dalam sebuah grup chatting yang saya ikuti, sering anggota grup membagi berita-berita kejahatan terkini dengan tujuan supaya angota grup lebih berhati-hati .


Akhir-akhir ini yang dibahasa adalah berita tentang begal. Terus terang , saya tidak tahu apa arti kata begal. Setelah search di google, barulah saya mengerti. Begal adalah tindakan perampokan sepeda motor dengan menggunakan senjata oleh sekelompok bajingan. Pembegalan itu bahkan dilakukan di saat masih terang. Beberapa kali saya lihat foto para begal yang sudah hangus dibakar massa. Sadis sekali si begal dan juga massa yang main hakim sendiri. 

Ada juga berita berita tentang penculikan anak yang mulai marak di tanah air. Sebelumnya, saya pikir penculikan anak lebih banyak terjadi di North Amerika, namun sayangnya trend kejahatan ini seperti virus, gampang menular dan menjangkiti daerah lain.

Sementara itu, banyak berita berita miring dari luar yang membuat keluarga dan teman-teman di Indonesia menjadi was-was. Contohnya waktu Detroit bangkrut, atau terjadi penembakan di tempat tempat umum .

“Masa senjata dijual bebas,” demikian protes teman di Indonesia

“Masa polisi Indonesia diam saja,” demikian protes teman di Amerika

Setelah saya merenung, yah kejahatan ,kecelakaan dan sakit penyakit terjadi di mana –mana. Pembegalan, penculikan, pemberian narkoba dalam bentuk permen, hubungan seks bebas, ISIS, penyebaran virus seperti virus demam berdarah, flu burung, meningitis, dan banyak lagi. Saya menjadi sangat prihatin dengan keamanan anak-anak saya. Mungkin inilah yang disebut naluri keibuan, yang muncul semenjak saya punya anak.

Saya amati bahwa naluri keibuan dalam diri saya
ada dua wujudnya...

1. naluri untuk merawat anak
saya selalu ingin membuat anak nyaman
kasih makan kalo lapar, kasih selimut kalo dingin, dll

2. naluri untuk melindungi anak
naluri yang ini agak buas dan bikin ibu selalu was was dan gemetar..mengamati keadaan sekitar....demi keamanan keluarganya

Betulan saya gemetar deh... apalagi anak saya tiga !


Dalam kegentaran saya, teringat saya akan sebuah janji Tuhan di Mazmur 91.
Manusia yang bisa ingkar janji, namun janji Tuhan adalah ya dan amin.  Janji Tuhan harus diraih oleh iman supaya bisa bermanifestasi menjadi kenyataan. Demikianlah beberapa janji Tuhan yang menjadi pegangan untuk mengusir ketakutakan saya .

1. Kalau ngeri terhadap Ebola, Aids, Meningitis, demam berdaran dll, dsb... inilah janji Tuhan  dalam

Mzm 91 : 3
Sungguh Dialah yang melepaskan engkau dari jerat perangkap burung dan dari penyakit sampar yang busuk ( hello... Flu burung.. pergi kau ! )

2. Kalo gemetar membaca tentang aksi teroris atau kriminal yang melibatkan senjata dan kekerasan, silahkan simak

Mzm 91 : 5
Engkau tidak usah takut akan kedahsyatan malam , akan panah yang terbang di waktu siang. ( termasuk clurit, parang, golok, senapan, BB gun, dll )

3. Untuk ancaman mass shooting ( di negara-negara Eropa dan Amerika ) atau huru hara massa ( di Indonesia )

Mzm 91 : 7
Walau seribu orang rebah di sisimu dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu

Perlindungan itu dijanjikan kepada kita dengan sebuah syarat yang tertera di dalam Mzm 91: 14-15:
Sungguh hatinya melekat kepadaKu maka Aku akan meluputkannya.
Aku akan membentenginya sebab ia mengenal namaKu

Saya bertanya-tanya dalam hati, mengapa sih kok janji harus ada syaratnya. Namun setelah direnungkan, persyaratan adalah hal yang logis. Contohnya, jika kita mau mempergunakan fasilitas sebuah gym, ada syaratnya , yaitu kita harus menjadi anggota. Jika kita datang ke sebuah pesta, juga ada syaratnya, yaitu kita harus diundang atau kenal dengan orang yang mengadakan pesta.

Sebuag pertanyaan lain muncul di dalam hati saya. Apakah saya kenal secara pribadi dengan Sang Juruselamat sehingga saya akan mendapatkan fasilitas dibentengi dan diluputkan dari segala ancaman kejahatan ?

Terus terang ini adalah sebuah tempalakan besar dalam hati saya.. apakah saya betul betul kenal dengan Dia ? Sepertinya saya lebih kenal dengan teman atau pasangan saya atau pendeta daripada dengan Tuhan saya...Saya lebih sering membaca novel daripada surat cinta dari Tuhan saya ( Alkitab )... Saya lebih sering minta pendapat orang lain daripada minta pendapat kepada Tuhan saya.


Bagaimana dengan teman –teman pembaca sekalian ? 

( photos taken from the internet )

Tuesday, March 10, 2015

Obrolan Ringan

Salah satu yang hilang dalam hidup saya di US, adalah obrolan ringan dengan orang-orang yang saya jumpai di tempat umum. Kok aneh kenapa bisa hilang ? Mungkin karena saya orang yang agak introvert. Teman yang ekstrovert bisa dengan mudahnya ngobrol " small talk " sama kasir di toko, atau sesama ibu di sekolah, atau pelayan di restaurant.

Kalau dengan orang yang sudah dekat atau sudah nyaman, saya bisa ngobrol tentang hal-hal yang sangat personal. Bisa bicara tentang masa lalu, impian-impian yang hancur, kekecewaan, dll. Namun berbicara tentang hal ini pun bikin saya capai. Karena obrolan yang berat seperti itu biasanya menuntut kerahasiaan.
Menjaga rahasia seseorang atau pun diri sendiri, bukan hal yang mudah lho !

Pagi ini, saya pergi ke Asian grocery di dekat rumah. Nah, si engkoh yang punya toko orangnya baik sekali. Namun si enci , istrinya, orangnya judes. Bagusnya si enci ini kayaknya makin hari, kejudesannya makin berkurang. Mudah-mudahan begitu terus yah ! Biar pelanggan makin suka.
sagu, fish paste ( buat bikin siomay ) dan bangkuang
Saya datang ketika toko masih sepi. Tiba-tiba si enci jalan  sambil terengah-engah. Kenapa nih si enci ? saya bertanya dalam hati.
Begitu terus selama beberapa menit saya memilih -milih barang. Sepertinya si enci lagi olahraga. Aneh ah.

" Were you having an exercise ?" tanya saya ketika check out

" Oh yes," jawabnya singkat. Selalu singkat dan tidak suka small talk si enci ini, makanya kan saya bilang enci judes.

" That's a good use of time," komentar saya

Saya lalu membayar belanjaan saya . Dia ucapkan terimakasih dan " have a good day". Lumaya ramah, karena dulu-dulu, biasanya si enci cuma bilang thank you aja, tanpa melihat muka.

Di dekat grocery Asia, ada grocery Arab yang jualan daging halal. Saya beli ayam di situ. Nah butchernya sangat ramah. Kalo toko sepi biasanya dia selalu ngobrol. Penjaga kasirnya seorang gadis muda berjilbab .
ayam dan lemon
" You know, she is learning Chinese now," kata butcher itu kepada saya

" Oh really ?" jawab saya

" No, I am not learning chinese," kata si gadis itu

" What language do you learn ? Japanese ?" tanya saya

" Yes," jawabnya

Saya pun mulai berkicau dan bercerita kalau dulu waktu SMA saya belajar bahasa Jepang. Juga cerita kalau saya summer tahun lalu pergi ke Jepang. Dia hanya mendengarkan sambil tersenyum. Saya juga bilang di perpustakaan lokal banyak buku jepang. Dia bilang dia tahu. Saya berkicau selama kurang lebih 5 menit. Setelah bayar , saya pergi.

Lalu saya jadi penasaran sendiri tentang gadis itu. Dia belajar jepang di mana ? Apakah ambil kuliah di community college atau autodidak ? Sudah berapa lama dia belajar ?

Ah, nanti kalau saya beli ayam lagi, saya tanya dia.
Ah small talk... yang didominasi oleh saya. Pikir-pikir mirip juga dengan posting di blog. Pembaca kan mendengar saya berceloteh.