Friday, April 13, 2018

Kisah Empat Sepupu Perempuan


Alkisah pada jaman yang tidak terlalu dahulu, ada empat orang sepupu perempuan yang bernama Suzy, Mariati, Suzanna, dan Tirsa. Suzy dan Mariati , berdekatan umurnya, hanya beda setahun. Suzanna dan Tirsa berdekatan umurnya, hanya beda beberapa bulan. Suzy dan Suzanna berdekatan tinggalnya, sama-sama di daerah Tebet. Mariati dan Tirsa berdekatan tinggalnya, sama sama di daerah Guntur. 

Suzy adalah yang paling tua di antara empat sepupu perempuan itu dan sering kali menjadi yang pertama dalam berbagai hal. Dia yang pertama kali punya kamar sendiri, sementara Mariati, Suzan dan Tirsa masih gabung tidur dengan kakak atau adiknya masing-masing. . Kamarnya Suzy penuh dengan pernak pernik Sanrio dan ada kulkas mini di dalamnya. Mariati, Suzan dan Tirsa ditawarkan agar-agar bikinannya yang disimpan di dalam kulkas mini itu. Suzy juga yang pertama nyetir mobil, sengaja diberikan mobil supaya tidak minta kuliah ke luar negeri, demikian selentingan yang terdengar dari burung di pohon manga, yang sempat menghasilkan banyak panen di rumahnya. Suzy juga yang pertama mendapatkan orthodontist treatment di antara 10 sepupu dan ia juga satu-satunya yang belajar kedokteran gigi. Suzy pernah punya anjing mini ala Chihuahua yang sangat posesif terhadap-nya. Tirsa ingat pernah digonggongi anjing itu selama satu jam penuh, sampai badan anjing itu kepanasan.

Sepupu yang kedua adalah Mariati. Ia adalah pribadi yang cekatan, ceria, rapi dan pekerja keras. Mariati punya ritual apik, malam sebelum tidur dan ketika bangun, di depan kaca ia selalu menyisir rambutnya yang tebal dan hitam. Sempat Suzy memanggil Tirsa sambil cekakak cekikik menonton Mariati sisir rambut. Mariati sempat suka dengan shampoo,sabun dan bedak baby Switzal. Tirsa sampai terpengaruh dan minta mamanya membelikan produk yang sama. Mariati juga tekun ambil kursus balet, tidak heran posturnya selalu tegak. Namun yang pasti Mariati suka adventure, nature and travel. Tirsa ingat, ketika papa dan mamanya kuatir gara-gara office outing berupa arung jeram, Mariati menentramkan mereka dan bilang arung jeram is okay. Mariati ambil jurusan marketing di UNTAR, lalu meneruskan perhotelan di Swiss. Ia meniti karier di Hotel Mulia lalu meneruskan MBA di Hawaii dan berkarier di San Fransisco. Memang Mariati adalah petualang sejati.


Tirsa mungkin adalah yang paling melankolis di antara keempat sepupu itu. Dan sedikit banyak sudah sering menuliskan kisah kisahnya di multiple blog. Kalau penasaran, silahkan klik di www.tanaraga.blogspot.com, www.komodoprint.blogspot.com atau www.hujandansalju.blogspot.com

Memori dengan Suzanna atau Shushanna pun bikin kangen.Pernah waktu SD kembaran memakai baju yang sama modelnya namun beda warnanya. Pernah juga Tirsa oh so jelous melihat Suzan pakai sepatu plastic yang transparan ala Cinderella. Sempat juga pergi berenang berdua ke Ancol, hanya ditemani supirnya Suzan. Ketika Tirsa dan Suzan sudah mulai genit dan suka cowok, mereka berdua sempat suka dengan penyanyi cilik Julius Sitanggang. Suzan mengajak Tirsa menulis fan-letter dan tidak lupa memberikan biodata. Tapi sayang Abang Julius tidak pernah membalas. Entah kenapa Suzan dan Tirsa sempat berkoresponden lewat pos selama beberapa kali. Padahal sepertinya kiriman risoles dan arem-arem dari bakery Larisia selalu sampai lebih dulu daripada surat-suratnya. Suzan kuliah di Atmajaya. Sejak kuliah sampai sekarang Suzan aktif dalam pelayanan persekutuan.
Seturut dengan perkembangan usia dan bertambahnya kegiatan, intensitas pertemuan pun berubah. Hidup pun berjalan. Kuliah, pelayanan, karier, pernikahan, pindah, kelahiran, kematian. Hidup terus berjalan. Namun di dalam hati empat sepupu ini, tetap ada rasa aman dalam hubungan mereka satu sama lain.  

Hubungan ini sempat terkoyak, ketika yang satu berpulang. Tanpa diduga Mariati pulang ke Rumah Bapa di Sorga karena kecelakaan arung jeram ( ironis, karena gara-gara Mariati, Tirsa diijinkan ikut arung jeram di office outing ), gemparlah seluruh keluarga besar. Air mata, texting, WA, facebook dan video, bertubi-tubi. Tentu semua sedih dan kehilangan Mariati yang ceria dan cekatan. Apa boleh buat life happens, life ends but still continue. Memori –memori baik yang indah maupun yang kurang indah adalah bagian dari kehidupan. Dan yang indah perlu dikenang, supaya hidup bisa lebih senang. Begitulah kisah empat sepupu perempuan, Suzy, Mariati, Suzanna dan Tirsa.   

No comments:

Post a Comment