Showing posts with label stories. Show all posts
Showing posts with label stories. Show all posts

Thursday, September 26, 2013

Berlayar Gratis


Ada seorang jutawan yang murah hati.
Dia ingin bagi-bagi harta karena hartanya terlalu banyak.
Dia sumbang kepada gelandangan, yatim piatu, narapidana,
pelacur, pengemis, pembunuh, pencuri dan sampah masyarakat lainnya.
Tetap saja hartanya tidak berkurang. Malah tambah banyak.
Suatu hari dia punya ide baru.
Dia akan mengundang orang-orang untuk naik kapal pesiar gratis.

Dengan mudahnya, dia beli sebuah kapal pesiar.
Dia pekerjakan anak buah kapal yang handal dan bertanggung jawab.
Kapal itu pun dibetulkan,dibersihkan,diperlengkapi,sampai siap untuk berlayar.

Lalu dia mulai sebar undangan.Ia suruh sekretarisnya mengirimkan
undangan kepada semua orang yang namanya tertera di dalam buku telepon.
Di dalam undangan ditulis jelas-jelas bahwa acara naik kapal ini gratis.

Sayangnya banyak yang tidak ikut berlayar.
Ada yang alasannya sibuk, repot atau tidak ada waktu.
Banyak pula yang merasa bahwa undangan ini adalah tipuan belaka.
Pada hari keberangkatan, dari semua yang diundang hanya
setengahnya yang hadir untuk berlayar.

Mesin dinyalakan. Jangkar dinaikkan. Peluit kapal nyaring terdengar.
Para penumpang melambaikan tangan kepada orang-orang di darat.
Kapal siap untuk berlayar.

Berbagai ragam orang-orang yang naik kapal.
Ada yang keren, ada yang kere.
Ada yang miskin , ada yang kaya.
Ada yang menyenangkan , ada yang meyebalkan.
Ada yang normal , ada yang aneh.
Ada yang gila ,ada yang waras.
Ada yang sakit , ada yang sehat.

Si jutawan benar-benar memikirkan kenyamanan penumpangnya.
Untuk yang sakit, disediakan tim medis serta obat-obatan.
Untuk yang gila, disediakan psikiater.
Untuk yang bosan, disediakan berbagai hiburan.
Yang gemar olahraga bisa pergi ke fasilitas indoor gym yang lengkap.
Untuk yang shopaholic bisa berbelanja free of charge .
Makan di buffet 3 kali sehari gratis.
Bar penuh dengan minuman serta makanan ringan tanpa bayar.
Semuanya kebutuhan tersedia, dan semuanya gratis.

Ada penumpang yang tidak paham dengan kebaikan sang jutawan.
Dengan berbekal biskuit dan air mineral, sang penumpang ingin hemat.
Setelah beberapa hari , ia akhirnya sadar bahwa semua makanan dan minuman gratis.
Sambil berjalan ke buffet, ia menjitak kepalanya sendiri. Dasar tolalit.
Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Seorang penumpang yang berlatar belakang kriminal ,
mengunakan keahliannya nilep I-Phone di toko elektronik di dalam kapal.
Tindakan ilegal tersebut terdeteksi security camera.
Ketika ia keluar dari toko, satpam menghampirinya.
Ia pun mengaku karena takut dibuang ke laut oleh si satpam.
Dengan ramah satpam itu memberi tahu bahwa semua barang yang diinginkan
bisa diambil dari toko tanpa harus bayar.
Dengan malu-malu, sang pencuri itu, mengembalikan I phone itu.
Ia pergi ke toko mainan untuk mengambil boneka kelinci buat anaknya.
Ia berpikir, kalau semuanya gratis, buat apa mencuri.
Ia hanya tinggal ambil yang ia butuhkan.

Terjadi pertengkaran di antara beberapa penumpang.
Rupanya mereka saling membanggakan dirinya, sampai akhirnya ribut.
Seorang anak kapal menasehati, daripada ribut,
lebih baik berenang di kolam renang Olympic size
atau berendam di jacuzzi sambil minum champagne.
Akal sehat menang. Mereka pun memilih untuk bersenang-senang.

Saya adalah salah satu penumpang di kapal pesiar.
Saya merasa berhutang karena mendapatkan undangan gratis ini.
Dengan demikian , untuk membalas budi sang jutawan,
saya ambil sapu dan mulai menyapu dek kapal.
Setelah satu jam menyapu, saya mulai merasa lelah.
Namun saya paksakan diri untuk tetap menyapu.
Sampai akhirnya, saya ditegur oleh seorang janitor.
Dengan sopan , ia minta saya untuk menyerahkan sapu itu.
Dengan tidak enak hati, saya berikan sapu saya.
Ia mengeluarkan soundless industrial size cordless vacuum .
Deck yang sudah bersih, jadi berkilauan.
Dengan perasaan malu , saya duduk di kursi.
Berusaha untuk rileks.
Berusaha untuk mencoba semua fasiltas gratis yang ada di kapal pesiar itu.
Berusaha untuk menikmati kebaikan jutawan yang murah hati.

Terimakasih Pak Jutawan !


Wednesday, July 24, 2013

BAKERY BONA



Walaupun akhir akhir ini banyak toko roti baru bermunculan , bakery Bona tidak kehilangan pelanggan.
Roti dan kue yang dijual di sana, rasanya unik. Tidak terlalu lembut dan tidak terlalu keras. Pas. Selain kue kue ala Eropa juga tersedia jajan pasar. Favorit saya adalah arem-arem ayam. Gurih , legit dan mengejutkan, jika cabe rawit di dalamnya tergigit. 

Arlene, istri saya, paling suka dengan roti keset keju coklat. Lembut dengan tekstur vertikal yang membuatnya gampang dikeset. Hari ini , misi saya membawa pulang roti keset itu untuk Arlene tercinta.
Sayangnya, saya datang kesiang karena menemani istri ke dokter kandungan.
Roti keset keju coklat lumayan disukai orang. Sehingga di siang hari, biasanya sudah habis.
Semoga dapat.. semoga dapat, doa saya dalam hati.
f
Saya turun dari kendaraan umum . Suasana hiruk pikuk di jalan, langsung hilang begitu masuk ke dalam bakery Bona. Wangi harum roti menyambut saya. Musik instrumental dipasang pelan. Bakery ini bersih dan rapih. Etalase kaca yang berkilauan dijajari roti dan kue. Di ujung dekat kas register, ada mesin kopi dan es krim. Di pojok ada dua set bangku dan meja bertaplak kotak kotak merah. Tamu bisa makan minum di situ.

Di depan saya ada beberapa orang yang antri. Mata saya seperti radar, mengamati etalasye.Roti bulat, roti tawar, roti sosis.. nah itu dia roti keset coklat keju. Masih ada 4 buah. Bagus. Arlene kedapatan ngidamnya. Radar mata pindah ke bagian kue tradisional , mencari arem-arem. Masih banyak. Cihuy.

Para pelanggan dilayani satu per satu. Di depan saya, seorang perempuan muda memakai baju seragam putih. Dia membawa seorang anak balita montok .Saya tersenyum dalam hati . Mungkin nanti , saya dan Arlene akan mendapatkan anak seperti itu. Ganteng dan gemuk. Arlene mau anak laki-laki dan saya mau anak perempuan. Namun ,setelah apa yang terjadi, kami sudah sangat bersyukur jika dapat anak yang sehat.

“ Suster, aku mau es krim, “ kata bocah itu kepada perempuan itu.

Pantas pakai baju putih-putih. Mungkin nanti kami harus punya suster juga untuk bantu Arlene jaga bayi.

“ Mau rasa apa? “ tanya pegawai bakery
“ Tunggu dulu, Dik, “ kata si suster kepada anak asuhannya. “ Roti yang itu, “ kata suster kepada pegawai bakery sambil menunjuk roti keset coklat keju yang ternyata tinggal satu-satunya.

Alamak. Tadi masih ada 4. Kok sekrang tinggal satu. Rupanya orang-orang yang tadi ada di depan saya, membeli roti itu. Bagaimana dengan istri saya ? Pasti kecewa dia. Ngidamnya tidak terpenuhi. Hati saya mulai panik. Mungkin saya harus beli roti yang lain ? Mudah-mudahan masih ada stock roti itu di dapur.

Bocah itu sudah mendapatkan es krim. Suster membawa bungkusan roti keset idaman istri saya.

“ Mau roti yang mana Pak ? “ tanya pegawai bakery dengan ramah

“ Saya mau roti keset keju coklat, “ jawab saya

“ Wah , sayang sudah habis, Pak. Mungkin yang lain. Roti keset kombinasi ? Atau yang kismis ? “
kata si pegawai memberikan alternatif.

“ Maunya yang keju coklat. Apa masih ada stocknya ? “ tanya saya

“ Coba saya lihat di dapur, “ jawabnya.

Dia menghilang dan beberapa menit kemudian, dia kembali.

“ Tidak ada , Pak. Maaf . Mau coba roti kayu manis ? “

Saya menggelengkan kepala lalu mengeloyor pergi. Lemas rasanya. Kecewa dengan diri sendiri. Mustinya saya datang lebih pagi.

Di meja pojok, suster dan bocah itu duduk. Si bocah montok menjilati es krimnya. Ah muncul ide di benak saya. Saya menghampiri mereka.

“ Maaf Bu. Saya mau tanya.. Boleh tidak saya beli roti ibu ? “

Si suster diam Nampak terkejut karena tiba-tiba saya dekati .

“ Istri saya sedang ngidam makan roti coklat keju. Roti yang ibu beli, adalah roti yang terakhir. Kalau bisa, saya beli deh rotinya. Lebih mahal juga tak apa-apa, “ kata saya

Setelah beberapa saat, suster itu menjawab.

“ Kalau ini roti saya, saya kasih sama bapak. Tapi ini pesanan majikan, “ katanya

“ Ah, bilang saja, rotinya sudah habis, “ saya menjawab

“ Tapi itu kan namanya bohong. Saya ini maunya jujur, “ kata dia.

“ Bagaimana kalau saya tanya sama majikan ibu. Saya telpon deh pake handphone saya yah, “

Suster tersebut mulai meninggikan suaranya.
“ Jangan Pak. Majikan saya orang sibuk. Jangan ditelepon, “

“ Tolong deh . “kata saya

Tiba-tiba si anak menangis. Es krimnya jatuh.Tangisannya mengundang perhatian orang -orang di dalam bakery itu. Saya jadi malu melihat mereka menatap kami. Seorang pegawai bakery mendatangi kami.

“ Maaf, pak. Yuk ikut saya sebentar, “ katanya dengan ramah tapi tegas.
Wajah saya rasanya panas karena malu. Saya mengikuti dia seperti seperti lembu dicucuk hidungnya. Tapi saya tidak dibawa ke pintu keluar, melainkan masuk ke dalam lorong bakery. Wangi harum roti makin tajam. Suara musik instrumental berganti dengan dengungan mesin. Mungkin suara blender atau mixer. Hawa terasa panas ;mungkin datang dari oven. Kami masuk ke dalam ruangan yang kecil . Ada meja tulis dan lemari .
Seorang wanita berusia 50-an duduk di meja tulis itu. Wajahnya lonjong , berkaca mata dengan rambut ikal sebahu. Ia memakai baju berwarna cerah. Suaranya ramah namun tegas.

“ Saya Ibu Bona. Kenapa kamu ribut ribut di bakery saya ? “ tanyanya

Dengan perasaan bersalah, saya pun bercerita tentang roti keset coklat keju yang sudah habis.

“ Kenapa tidak beli yang lain saja ? “

Saya bercerita tentang istri saya Arlene yang sedang ngidam. Ia mendengarkan dengan seksama.

“ Wah.. selamat . Anak yang ke-berapa ? “ tanyanya

“ Ini anak pertama . Tapi kehamilan yang ketiga. Istri saya sudah dua kali keguguran.  “

Ibu Bona terdiam sejenak . Lalu ia berdiri dan bicara dengan seseorang di interkom. Ketika ia meraih interkom, saya mengamati tangan Ibu Bona . Rupanya ada cacat di tangannya. Jari manis dan kelingkingnya seperti buntung dan saling menempel satu sama lain.Cepat-cepat saya alihkan pandangan saya. Untunglah tak lama kemudian, masuklah seorang lelaki dengan baju yang berlumuran tepung.

“ Nata, tolong bikin roti keset keju coklat dua loyang yah, “

“ Saya masih kerjain pesenan roti sosis, Ibu Bona, “ jawab Nata

“ Suruh yang lain saja. Kamu bikin roti keset sekarang, “

Pegawai yang bernama Nata itu menganggukan kepala menuruti perintah atasannya.
" Beres Bu Bona, "

“ Ibu Bona, terimakasih banyak , “ kata saya.

“ Sama-sama, “ jawabnya sambil tersenyum. “ Semoga kehamilan istri kamu lancar, “

“ Terimakasih, “ jawab saya lagi dengan perasaan terharu.

Kami tidak makan nasi malam itu.

Arlene menghidangkan teh panas . Kami mengganyang roti keset sampai kenyang. Arlene menitikkan air mata mendengar perjuangan saya serta kebaikan ibu Bona.

“ Makasih ,Mas.Kamu berani malu buat saya, “ katanya. “ Juga..semoga Tuhan bikin bakery Bona laris manis, “


Enam bulan kemudian, anak kami lahir. Seorang anak laki-laki yang sehat dan montok. Kami namakan anak kami, Iman. Tiap minggu kami sekeluarga berbelanja ke Bakery Bona . Arem arem buat saya, roti keset buat Arlene dan es krim untuk Iman. Ketika Iman genap setahun, kami memesan kue ulang tahun dari Bakery Bona. Kue black forest dengan hiasan kereta api dan binatang binatang .

photos courtesy of  Frais Pattiserie
                             Gading Riviera Blok RB13/10, Kelapa Gading - Jakarta Utara. 
                             Tel : (021) 4587 8460. Store hours : 8am - 6pm