Sunday, August 10, 2014

Tidak Puas

Ibu Risa yang tinggal di Michigan sering mengeluh. 
Hidup di Amerika itu sulit. 
Semua harus dilakukan sendiri. Tidak ada pembantu. 
Kulit tangan kasar karena terus menerus cuci piring. 
Rambut hanya ditata seadanya. Sulit mencari kapster yang cocok. 
Karena tektur rambut orang Kaukasia berbeda 
dengan tekstur rambut orang Asia. 
Bosan dengan makanan bule. Kangen dengan keluarga. 
Musim dinginnya keterlaluan. Ingin pulang ke Indonesia. 
Apalagi di Indonesia mulai terjadi perubahan . 
Dengan Jokowi sebagai presiden, dan Ahok sebagai gubernur, 
kelihatannya hidup bakal enak di sana.

khas Indonesia, yang dirindukan oleh Ibu Risa
Ibu Lily yang tinggal di Jakarta pun mengeluh. 
Hidup di Jakarta itu sulit. Pembantu susah diatur. 
Kulit berminyak karena kelembaban tinggi. 
Sering sakit batuk pilek karena udara jelek akibat polusi. 
Waktu habis di jalanan karena macet. 
Musim hujan takut banjir dan demam berdarah. 
Musim kering, kepanasan, sumpek. 
Kepengen main salju. Ingin pindah ke Kanada. 
Apalagi di Kanada biaya pengobatan gratis.
salju di midwest, yang didambakan oleh Ibu Lily,
namun tidak disukai oleh Ibu Risa
Ibu Sylvia yang pernah tinggal di Michigan 
namun sekarang bermukim di Shanghai, tidak mau kalah. 
Hidup di Shanghai itu susah. Kebersihan umum payah. 
Bahasanya susah dikuasai. 
Skandal penipuan makanan terjadi besar-besaran. 
Daging kucing dibilang daging kambing. 
Fast food memakai daging kadaluarsa. 
Mau berbakti repot, musti bawa passport. 
Liberalisme besar-besaran di sekolah internasional. 
Lebih baik balik ke Michigan. 
Kangen dengan hidup santai , 
tidak perlu kuatir jika makan fast food, 
dan udara yang bersih. 
megahnya Shanghai di waktu malam,
namun polusi udaranya tidak disukai oleh Ibu Sylvia
Jadi yang enak itu hidup di mana yah ? 
Di indonesia, di Kanada, di Amerika, atau di shanghai ? 

Mari kita lihat pendapat Rasul Paulus
Filipi 1:22-24,21 

(22) Tetapi jika aku harus hidup di dunia itu, berarti bagiku bekerja memberi buah.

Indonesia, Kanada, Amerika, juga Shanghai adalah bagian dari dunia. 
Dan Rasul Paulus mengatakan jika ia harus hidup 
di Toronto, Jakarta, Detroit, atau Shanghai 
yang merupakan bagian dari dunia , maka ia harus berbuah. 
Memberkati orang di sekitarnya dan memancarkan kemuliaan Tuhan.

Bagaimana caranya kita bekerja memberi buah ?
Yohanes 15 : 5
Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.

Pohonnya ?
Tuhan Yesus...
Jadi gampang saja, tinggal menempel atau bersatu dengan Dia

Selamat hari minggu, teman-teman....

Foto oleh Lioen Moeljono dan Juliani Soegandhi



No comments:

Post a Comment