Saturday, August 3, 2019

CEMBURU LIDAH DAN LOKASI

kearifan lokal di tempatku

Saya pernah merasa cemburu, 
bahkan dulu bisa dibilang sering.
Akhir akhir ini, kalau perasaan cemburu muncul
Saya tidak mau membiarkannya masuk ke dalam pikiran.
Saya tutup pintu. Seringkali cemburu itu tidak mau pergi,
Dia nongkrong terus, kadang keliling-keliling 
mencari celah yang terbuka untuk bisa masuk
Lama-lama saya pikir cemburu itu seperti tikus iseng
Yang mau cari cari kesempatan masuk ke dalam rumah

Mungkin harus saya usir pakai sapu lidi
Iiihssssshhhhh

Cemburu kalah jaman dulu banget waktu masih unyu 
dan cinta cinta monyet
Biasanya bertema tentang cowok
Tapi akhir akhir ini , cemburu itu membawa 
topik baru di hidupku
yaitu tentang lidah dan lokasi

Tidak dapat dipungkiri, 
seperti pohon yang dicabut dari tanah Jakarta
Lalu ditanam di tanah Michigan 
yang kalau bulan yang berakhiran ber-ber-an
suhunya menjadi dingin, saya suka iklim yang hangat 
Nah ketika kami dihantam badai salju di sini
Lalu melihat futu futu instagram atau facebook 
yang berlokasi di pantai
dengan lambaian nyiur kelapa, kehalusan pasir putih, 
deburan ombak atau kegemilangan mentari senja...
muncullah si cemburu dengan full force

Atau ketika kami repot dan hanya sempat bikin 
roti lapis selai kacang atau ham keju buat makan
Lalu menyaksikan kerabat dan handai taulan 
sedang wisata kuliner di restaurant padang, 
warung soto, lapak kue basah, 
atau ruko bakmie pangsit ayam
Seakan-akan cemburu itu muncul dengan amunisi lengkap 
untuk membedol pintu hati ini

Ah ah ah... Bantaiiiii cemburu !

Karena diperintahkan untuk menjaga hati 
dengan segala kewaspadaannya
Maka harus waspada dengan serangan serangan cemburu

Saya tidak mau kalah ..saya pakai senjata rahasia : 
yaitu rasa bersyukur
Walaupun kadang dibikin-bikin, tapi masih ok, 
daripada kecolongan kemasukan si cemburu
Tetap bersyukur karena salju itu 
kalo iseng bisa dibentuk bentuk jadi snowman
Tetap bersyukur karena walaupun cuma roti lapis, 
tapi kalau rajin bisa dibikin jadi roti bakar
Tetap bersyukur karena handai taulan di sono, 
kadang sampai bayar berjut-jut cuma buat lihat 
benda putih dingin yang kalau terlalu banyak bisa bikin sebel ini 
( kecelakaan sering kalo lagi badai salju )
Atau harga ham serta peanut butter 
harganya loncat galah dibandingkan dengan harga di sini

Haiyaaaaaaa

No comments:

Post a Comment